Tingkatkan Semangat Belajar saat Ramadan, Siswa TK Aisyiyah Bebekan Taman Sulap Kelas Penuh Warna-Warni

Semangat para peserta didik membuat roncean untuk hiasan kelas dengan tema "Ramadhan Sa'id Mubarak". (Foto: Kholid/ IST)

MAKLUMAT — Suasana kelas TPA-TC-KB- TK Aisyiyah Bebekan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, mendadak riuh dan penuh ceria. Pasalnya, sebanyak 208 siswa dan 43 guru tengah asyik membuat kerajinan tangan sesuai kreativitas masing-masing.

Dengan menggunakan sejumlah bahan seperti Kertas linen, kertas bufalo, kain flanel, lampu kelap kelip, kertas glosi, bufalo, kertas warna-warni, gunting, lem, pita, dan hiasan bertema Ramadan disulap menjadi karya berupa sajadah, lampion dan sebagainya. Hasil karya tersebut kemudian ditempel di dinding kelas, pintu, hingga digantung di atap kelas.

Humas TK Aisyiyah Bebekan, Taman Sidoarjo, Vanny Ariestyana SPd, mengatakan bahwa kegiatan menghias kelas tersebut bukan sekadar mempercantik ruangan, tetapi menjadi sarana pembelajaran tentang kebersamaan, tanggung jawab, dan kreativitas.

Ratusan siswa diajak untuk bekerja sama dalam kelompok kecil. Mereka berdiskusi tentang hiasan apa saja yang akan dibuat, dan bagaimana cara menatanya agar terlihat indah dan rapi.

“Hari ini menjadi momen yang istimewa dalam rangkaian kegiatan “Ramadan Sa’id Mubarak” di Ababe School. Sejak pagi, suasana kelas sudah terasa berbeda dari biasanya. Wajah-wajah ceria ananda memancarkan semangat dan antusiasme. Mereka datang dengan hati yang gembira untuk mengikuti kegiatan menghias kelas bersama teman-teman dan ustadzah tercinta,” ujarnya kepada Maklumat.id, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga  Wow! Anggota DPR RI Beri Hadiah Siswa Sekolah Agar Terus Ukir Prestasi

“Kegiatan ini sengaja kami lakukan agar anak-anak semangat sekolah, suasana ramadan menjadi seru dan menyenangkan,” sambung Vanny.

Suasana kelas dipenuhi dengan canda tawa dan percakapan hangat. Para siswa saling membantu saat ada teman yang kesulitan menggunting atau menempel. Mereka belajar untuk bersabar ketika menunggu giliran menggunakan alat. Mereka juga belajar untuk menghargai pendapat teman saat menentukan posisi hiasan di dinding kelas.

“Berkat keuletan siswa, akhirnya jadi gambar masjid, ada yang membuat bulan sabit dan bintang, serta ada pula yang membuat lampion dengan berbagai macam bentuknya. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuannya masing-masing,” kata Vanny.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap para siswa TK Aisyiyah Bebekan Taman mampu belajar bahwa menghias kelas dapat menjadi bentuk syiar sederhana untuk menyambut bulan suci. Mereka merasa bangga ketika melihat hasil karya mereka terpajang rapi. Kelas yang sebelumnya tampak biasa, kini berubah menjadi ruang yang penuh warna dan nuansa Ramadan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak semakin mencintai bulan Ramadan. Mereka belajar bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperbaiki diri dan mempererat ukhuwah. Nilai-nilai ini akan terus tumbuh seiring dengan pembiasaan yang dilakukan setiap hari,” tandasnya.

Baca Juga  Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Minta Pemprov Awasi Titik Rawan Macet Saat Arus Mudik Lebaran

“Kegiatan ini juga melatih motorik halus anak melalui aktivitas menggunting dan menempel. Selain itu, kemampuan sosial mereka berkembang saat harus berinteraksi dan berkolaborasi. Anak belajar mengendalikan emosi ketika terjadi perbedaan pendapat. Mereka belajar meminta maaf dan mengucapkan terima kasih,” imbuh Vanny.

Semangat Ramadan tahun ini dinilai benar-benar terasa hangat. Karena, kelas yang dihias bersama menjadi simbol persatuan dan cinta. Setiap sudut ruangan mengandung cerita tentang usaha dan ketulusan siswa. Hiasan yang sederhana terasa sangat istimewa karena dibuat dengan hati.

“Semoga kelas yang telah dihias ini menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan beribadah. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini bernilai ibadah di sisi Allah Swt. Dan semoga cahaya Ramadan selalu menerangi hati ananda, kini dan nanti. Terima kasih kepada ustazah yang telah membimbing dengan sabar dan penuh kasih. Terima kasih kepada ananda yang telah menunjukkan semangat luar biasa. Semoga kebersamaan hari ini menjadi kenangan indah dan bekal akhlak mulia di masa depan,” pungkasnya.