Tips Jaga Kesehatan Gigi, Dosen FKG Umsura Bagikan Enam Cara Cegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan

kesehatan gigi saat puasa

MAKLUMAT — Perubahan pola makan selama Ramadan dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Di Indonesia, durasi puasa berlangsung sekitar 13–14 jam setiap hari. Kondisi ini berisiko memicu bau mulut dan gangguan rongga mulut jika tidak disertai perawatan yang tepat.

Aryo Sutowijoyo, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), membagikan enam tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa.

Ia menjelaskan, bau mulut menjadi keluhan paling sering muncul saat Ramadan. Penyebabnya antara lain pembakaran cadangan lemak dalam tubuh serta menurunnya produksi air liur selama puasa.

“Untuk mengatasi bau mulut dapat dilakukan pembersihan gigi minimal selama dua menit dalam satu waktu,” ujar Aryo dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (26/2/25).

Enam Langkah Jaga Kesehatan Gigi

Pertama, menyikat gigi dengan benar. Aryo menekankan pentingnya menyikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah sahur dan sebelum tidur, dengan durasi minimal dua menit.

Kedua, mencukupi kebutuhan cairan. Ia menyarankan konsumsi air putih minimal delapan gelas per hari di antara waktu berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi membantu mengurangi risiko mulut kering.

Ketiga, memperbanyak konsumsi buah dan sayur saat berbuka. Menurutnya, buah dan sayuran dapat membantu menyeimbangkan kondisi rongga mulut menjadi lebih basa sehingga mengurangi bau mulut akibat asam.

Baca Juga  Bulan Hanya Satu, Hilal Itu Banyak: Menjahit Nalar Sains dalam Narasi Iman

Ia juga menyarankan penggunaan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

“Penggunaan alat bantu seperti dental floss dapat membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi yang dapat meningkatkan kadar asam dalam rongga mulut,” imbuhnya.

Pemeriksaan dan Perawatan Tetap Diperlukan

Keempat, melakukan pemeriksaan ke dokter gigi sebelum Ramadan. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi gigi berlubang, kebutuhan penambalan, pembersihan karang gigi, atau perawatan lain.

Kelima, menghindari makanan terlalu pedas dan asin saat berbuka dan sahur. Makanan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan mulut dan kerusakan gigi.

Keenam, menjalani perawatan gigi sesuai indikasi medis. Aryo menyebut perawatan seperti ekstraksi gigi, scaling, penambalan, pencetakan gigi, hingga pemasangan veneer, kawat gigi, atau bleaching tetap dapat dilakukan jika diperlukan.

“Dengan melakukan beberapa tips di atas, kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan,” pungkasnya. ***