UMKM Jatim Didorong Melek Blockchain, Muhammadiyah Gelar Kopdar SUMU Tulungagung 2026

sumu

MAKLUMAT — Blockchain mulai dipandang sebagai teknologi yang perlu diperkenalkan kepada pelaku UMKM. Pemanfaatannya diyakini dapat membantu pelaku usaha membangun sistem bisnis yang lebih transparan dan memiliki daya saing lebih kuat.

Hal itu menjadi bahan diskusi terbaru yang akan diadakan oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (LP UMKM PWM Jatim).

Kolaborasi keduanya akan menghadirkan agenda bertajuk Kopdar SUMU Tulungagung 2026. Acara ini akan berlangsung di Hall Masjid Al-Fattah Tulungagung pada Sabtu-Ahad, 18–19 Juli 2026 mendatang.

Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem wirausaha berkemajuan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ikhtiar membangun ekosistem bisnis. Selain mendorong pertumbuhan usaha, juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen peningkatan daya saing UMKM,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Agenda ini sendiri akan mengusung tema Ekosistem Wirausaha Berkemajuan & Blockchain untuk Meningkatkan Daya Saing Bisnis. Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi bagi pelaku UMKM, pengusaha, komunitas bisnis, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi global.

Baca Juga  SUMU dan FlazzTax Gelar Webinar Perpajakan, Dukung UMKM Lebih Melek Pajak

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari Success Story UMKM Lokal Go Global, Business Matching & Buyer’s Lounge, Product Showcase UMKM, Business Pitching, hingga Business B2B Private Meeting.

“Peserta juga akan mendapatkan wawasan mengenai strategi omnichannel digital dan pemanfaatan teknologi blockchain untuk mendukung transformasi bisnis yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha tidak hanya memperoleh penguatan kapasitas, tetapi juga kesempatan membangun jejaring dengan calon buyer, distributor, investor, lembaga keuangan, serta mitra strategis lainnya.

Diharapkan, pertemuan ini juga mampu menghasilkan kolaborasi bisnis yang konkret dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ikhtiar membangun ekosistem bisnis untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen peningkatan daya saing UMKM.

Kopdar SUMU Tulungagung 2026 ini juga dinilai sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem wirausaha berkemajuan, yaitu ekosistem yang mengedepankan nilai kolaborasi, inovasi, profesionalisme, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Di tengah percepatan transformasi digital, pelaku UMKM didorong untuk meningkatkan kualitas produk, sekaligus menguasai strategi pemasaran modern, memperluas jaringan usaha, hingga memanfaatkan teknologi sebagai keunggulan kompetitif,” ujarnya.

Baca Juga  SUMU Gandeng URUZIN Solusi Bisnis, Tekankan Pentingnya Legalitas untuk Pengembangan Usaha

SUMU mengajak seluruh pelaku UMKM, wirausahawan muda, komunitas bisnis, dan masyarakat di Jatim untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Adapun bagi yang berminat untuk mengikuti agenda ini, dapat menghubungi nomor WhatsApp 0812-3365-126 maupun 0813-3581-3369.

Agenda utama dalam Kopdar ini meliputi: 1) Success Story UMKM Lokal Go Global 2) Business Matching & Buyer’s Lounge 3) Product Showcase UMKM 4) Business Pitching 5) Business B2B Private Meeting 6) Omnichannel Digital & Blockchain untuk UMKM.

Rencananya, sejumlah narasumber akan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Ketua PWM Jatim Prof Nazaruddin Malik yang akan membahas pentingnya penguatan ekosistem kewirausahaan sebagai fondasi kemandirian ekonomi umat.

Ketua LP UMKM PWM Jawa Timur, Imam Sugiri juga dijadwalkan menjadi narasumber. Ia akan memaparkan peran Kopdar SUMU sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai mitra strategis untuk mendorong lahirnya kerja sama bisnis.

Selain itu, Ir Noor Akhmad dari Serikat Blockchain SUMU akan mengulas pentingnya literasi teknologi blockchain bagi pelaku usaha. Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim sendiri akan menyampaikan materi mengenai pembangunan ekosistem wirausaha berkemajuan yang bertumpu pada penguatan karakter, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi.

Baca Juga  Serikat Usaha Muhammadiyah Siap Gelar Kopdarnas di Yogyakarta, Ini Agenda Utamanya 

 

*) Penulis: M Habib Muzaki