Umsida Gelar Baitul Arqam bagi Tenaga Kependidikan, Perkuat Nilai Islam Berkemajuan

Baitul Arqam Tenaga Kependidikan yang digelar Umsida. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DISMU Umsida) menyelenggarakan Baitul Arqam bagi tenaga kependidikan di Hotel Newstart Trawas, Mojokerto, pada Jumat-Sabtu (17–18/7/2026).

Bertajuk “Internalisasi Nilai Islam Berkemajuan dalam Membangun SDM Unggul, Inovatif, dan Islami”, rangkaian kegiatan mencakup materi kepemimpinan organisasi, peran tauhid dalam kehidupan, tuntunan ibadah sesuai Tarjih, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga pembahasan mengenai keteladanan dalam sikap dan tindakan.

Selain mengikuti sesi materi, peserta juga menjalani berbagai kegiatan lain, seperti muhasabah, qiyamul lail, tadarus, outbound, dan penyusunan rencana tindak lanjut.

Kepala Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan DISMU Umsida, Dr Puspita Handayani SAg MPdI, menjelaskan bahwa Baitul Arqam merupakan salah satu tahapan awal bagi tenaga kependidikan yang bergabung di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses perkaderan untuk membantu peserta memahami nilai, identitas, dan arah gerakan Muhammadiyah.

“Di setiap AUM, model perkaderannya akan berbeda. Karena itu, meskipun pernah mengikuti Baitul Arqam di organisasi lain, peserta tetap perlu mengikuti perkaderan yang diselenggarakan,” terangnya.

Tenaga kependidikan, kata dia, tidak hanya bekerja di sebuah perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari persyarikatan. Oleh karena itu, proses perkaderan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai Muhammadiyah.

Baca Juga  Apresiasi Aksi Damai di Sidoarjo, Rektor Umsida: untuk Kebaikan Kita Bersama

Bagi peserta yang belum dapat mengikuti kegiatan karena alasan tertentu, pihak penyelenggara akan menjadwalkan kembali keikutsertaan mereka bersama peserta Baitul Arqam pada tahun berikutnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran, Baitul Arqam juga diharapkan dapat membantu peserta memandang pekerjaan sebagai bagian dari pengabdian.

Sebab itu, ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan niat yang tulus dan terbuka terhadap materi yang diberikan. “Mohon kegiatan ini diikhlaskan. Mari kita luruskan niat, semoga apa yang kita lakukan dapat menjadi amal ibadah,” ucap Puspita.

Sementara itu, Direktur DPSDM Umsida, Dr Rifdah Abadiyah SE MSM CHCM, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Baitul Arqam merupakan fase penting bagi seseorang yang mulai bekerja di Umsida.

Menurutnya, keberlangsungan Muhammadiyah hingga lebih dari satu abad tidak terlepas dari proses penanaman nilai yang dilakukan secara konsisten dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Baitul Arqam menjadi salah satu cara kita menegakkan tiang gerakan Muhammadiyah melalui implementasi konsep dan nilai. Organisasi besar dapat bertahan sampai beberapa generasi karena memiliki pola penanaman nilai yang sangat kuat,” tandasnya.

Menurut Rifdah, bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak semata-mata berkaitan dengan rutinitas dan penghasilan, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat dan melanjutkan perjuangan persyarikatan.

Baca Juga  Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pakar Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Perlindungan HAM

Ia menilai pemahaman terhadap tujuan tersebut dapat membantu seseorang menjaga semangat dan menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan.

“Hari ini menjadi salah satu momen penanaman nilai bagi teman-teman yang akan melanjutkan estafet generasi sebelumnya. Kekuatan konsep dan nilai dalam persyarikatan perlu terus dijaga agar keunggulan yang kita miliki tidak berhenti sampai di sini,” tandas Rifdah.

Ia mengajak peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian Baitul Arqam secara aktif, termasuk melalui diskusi dan penyampaian pertanyaan kepada para narasumber, agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan kerja.***

 

*) Penulis: Romadhona