Dalam pidato nasional yang disiarkan televisi negara pada Sabtu (4/1/2026), Rodríguez mengecam keras tindakan Washington. Ia menyebut agresi tersebut sebagai bentuk intervensi ideologis yang mengancam kedaulatan Venezuela.
“Pemerintah dunia terkejut melihat Republik Bolivarian Venezuela menjadi sasaran agresi bersenjata yang jelas memiliki nuansa Zionis,” ujar Rodríguez, dikutip dari Palestine Chronicles.
Rodríguez menegaskan operasi militer AS bukan sekadar aksi geopolitik, melainkan upaya sistematis yang digerakkan oleh kelompok ekstremis internasional. Ia memperingatkan para aktor di balik serangan tersebut akan menghadapi konsekuensi sejarah dan keadilan.
“Kelompok ekstremis yang mendorong agresi bersenjata terhadap Venezuela akan dimintai pertanggungjawaban. Sejarah tidak akan membiarkan kejahatan ini berlalu,” tegasnya.
Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Delcy Rodríguez, sekutu dekat Maduro yang sebelumnya menjabat wakil presiden sebagai kepala negara sementara.
Sebelumnya, Maduro juga kerap menggunakan istilah serupa. Pada November 2025, ia menuding adanya kekuatan asing yang ingin menyerahkan Venezuela kepada “musuh ideologis” melalui skema destabilitas politik dan militer.
“Ada pihak-pihak yang ingin menjual negara ini kepada kekuatan jahat. Zionis sayap kanan ingin menyerahkan Venezuela kepada setan,” ujar Maduro dalam pidato di hadapan Komite Basis Integral Bolivarian.
Tudingan tersebut diperkuat oleh rekam jejak sebagian oposisi Venezuela. Kandidat oposisi yang pernah didukung Amerika Serikat dan Eropa, María Corina Machado diketahui memiliki hubungan politik dengan Israel.
Pada 2020, Partai Vente Venezuela yang dipimpin Machado menandatangani perjanjian kerja sama politik dengan Partai Likud Israel. Kerja sama itu mencakup isu ideologis, geopolitik, hingga keamanan.
Bahkan, laporan The Week menyebutkan bahwa pada 2018 Machado diduga mengirim surat kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Surat tersebut memuat permintaan penggunaan “kekuasaan”, termasuk kemungkinan intervensi militer, untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.
Machado juga secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Israel. Dalam unggahan media sosial pada 2019, ia menulis, “Perjuangan Venezuela adalah perjuangan Israel,” sambil menautkan akun Netanyahu.