MAKLUMAT — Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menargetkan PAN menambah perolehan suara dan kursi di Kabupaten Lamongan pada Pemilu 2029. Target itu akan dikejar melalui konsolidasi kader dan relawan hingga tingkat desa.
“Relawan adalah ujung tombak pemenangan Partai Amaran Nasional (PAN). Tanpa relawan suara partai tidak akan besar. Kita berharap ke depan, PAN tambah suara, tambah kursi”, ujar Viva Yoga di hadapan kader dan relawan PAN se-Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026).
Viva Yoga yang juga Wakil Menteri Transmigrasi itu menyampaikan hal tersebut dalam konsolidasi bertajuk Rakerda I, Pelantikan DPC, dan Relawan PAN Lamongan. Hadir dalam acara tersebut mantan Bupati Lamongan dua periode sekaligus tokoh masyarakat Jawa Timur H. Masfuk, mantan anggota DPR periode 2019–2024 Zainuddin Maliki, Ketua DPD PAN Lamongan Hamzah Fansyuri, serta sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Target tersebut menjadi tantangan bagi PAN Lamongan. Pada Pemilu 2024, PAN memperoleh 70.847 suara dan menempatkan lima kader di DPRD Kabupaten Lamongan periode 2024–2029. Dengan perolehan itu, PAN berada di posisi kelima dalam perolehan kursi setelah PKB dengan 12 kursi, Golkar delapan kursi, PDIP tujuh kursi, dan Gerindra enam kursi.
Lima kader PAN yang terpilih berasal dari sejumlah daerah pemilihan. Mereka adalah Wiji dari Dapil Lamongan 2, Ahmad dari Dapil Lamongan 3, Hamzah Fansyuri dari Dapil Lamongan 4, serta Ali Makhfudl dan Nasrudin dari Dapil Lamongan 5.
Viva Yoga mengatakan konsolidasi kader dan relawan mutkan dilakukan demi menyatukan tujuan menghadapi Pemilu 2029. Ia meminta seluruh kader menjadikan PAN sebagai wadah pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita menjadikan PAN sebagai partai terakhir tempat mengabdi dan melayani masyarakat”, ujarnya.
Mantan Presidium MN KAHMI itu optimistis PAN Lamongan dapat kembali menjadi kekuatan politik yang besar. Menurut dia, Lamongan memiliki sejarah penting bagi PAN karena partai tersebut pernah menempatkan kadernya sebagai kepala daerah.
Salah satunya adalah H. Masfuk. Ia menjadi Bupati Lamongan setelah terpilih melalui DPRD pada Desember 1999 dan dilantik pada Januari 2000. Masfuk tercatat sebagai bupati pertama di Indonesia yang berasal dari PAN. Ia kemudian kembali memimpin Lamongan untuk periode kedua, 2005–2010.
Karier politik Masfuk sendiri dimulai pada awal era Reformasi. Pada 1998, ia memilih bergabung dengan PAN dan menjabat Bendahara DPW PAN Jawa Timur sebelum kemudian maju dalam kontestasi politik di Lamongan.
Di hadapan relawan dari berbagai kecamatan dan desa di Lamongan, Viva Yoga mengatakan PAN dibentuk berdasarkan aspirasi masyarakat dan lahir dari semangat reformasi. Karena itu, ia meminta seluruh kader menjaga soliditas partai hingga tingkat bawah.
“Saya menyampaikan pesan Bang Zul (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan), Kita harus tetap solid”, tegasnya.
Untuk memperkuat organisasi, PAN membangun struktur dari tingkat pusat hingga desa. Relawan, kata Viva Yoga, menjadi bagian dari penguatan organisasi di tingkat akar rumput.
“Kaderisasi partai merupakan aktivitas yang penting dilakukan karena tanpa adanya kader, apapun partainya akan tenggelam”, tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan program PAN yang mengusung slogan “Bantu Rakyat”. Menurutnya, program tersebut dapat dijalankan oleh anggota legislatif maupun institusi partai dan membutuhkan dukungan seluruh kader serta relawan.
Viva Yoga juga menanggapi sejumlah survei yang memprediksi PAN tidak lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2029. Ia menilai rekam jejak PAN dalam sejumlah pemilu sebelumnya menjadi alasan untuk tetap optimistis.
“Ada survei yang menyatakan PAN tidak lolos ke Senayan”, ungkapnya.
Menurut dia, PAN selalu lolos ambang batas parlemen sejak Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014, 2019, hingga 2024.
”Kita yakin Pemilu 2029, PAN lolos ambang batas”, tegasnya.













