Wali Kota New York Kecam Penangkapan Maduro, Netizen AS Ramai-ramai Balas: Jangan Ulangi Venezuela di NYC

Wali Kota New York Kecam Penangkapan Maduro, Netizen AS Ramai-ramai Balas: Jangan Ulangi Venezuela di NYC

MAKLUMAT — Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani menuai sorotan tajam setelah mengunggah pernyataan keras terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya oleh militer Amerika Serikat.

Melalui akun resminya, Mamdani mengaku telah menerima pengarahan resmi terkait operasi tersebut dan rencana penahanan Maduro di fasilitas tahanan federal di Kota New York. Mamdani secara terbuka menyebut serangan sepihak terhadap negara berdaulat sebagai tindakan perang yang melanggar hukum federal Amerika Serikat dan hukum internasional.

Ia menegaskan, dampak operasi militer itu tidak berhenti di luar negeri. Menurutnya, situasi tersebut langsung menyentuh kehidupan puluhan ribu warga Venezuela yang tinggal di New York. “Fokus saya adalah keselamatan mereka dan keselamatan setiap warga New York. Pemerintahan saya akan terus memantau situasi dan mengeluarkan panduan yang relevan,” tulis Mamdani di akun X@NYCMayor.

Pernyataan itu langsung memicu gelombang reaksi keras dari netizen Amerika, termasuk tokoh investor dan komentator ekonomi Anthony Pompliano. Dia membuka tanggapannya dengan nada sopan, namun segera mengarahkan kritik tajam pada arah kebijakan Mamdani.

Baca Juga  Diduga Manipulasi Data Digital Ijazah Jokowi, 3 Tersangka Dibayangi Penjara 12 Tahun dan Denda Rp12 Miliar

Sebagai warga New York, Pompliano berharap Mamdani berhasil memimpin kota tersebut. Namun ia menilai, kebijakan yang diusung wali kota baru itu berbahaya jika meniru model sosialisme Venezuela. Pompliano bahkan menyarankan Mamdani menemui Nicolás Maduro secara langsung selama berada di New York.

“Tanyakan kepadanya tentang kehancuran ekonomi, kematian fisik, dan kemerosotan sosial yang terjadi di Venezuela di bawah kebijakan sosialisnya,” tulis Pompliano.

Ia menegaskan, banyak kebijakan Mamdani menurutnya memiliki kemiripan dengan kebijakan rezim Maduro. “Kita tidak perlu menjalankan eksperimen besar sosialisme dan komunisme di New York City. Cukup lihat Venezuela sebagai contoh nyata,” lanjutnya.

Pompliano menyebut penahanan Maduro di New York sebagai kesempatan belajar bagi Mamdani untuk memahami mengapa kebijakan tersebut gagal total. “Warga New York mengandalkan Anda untuk berhasil. Ini bisa menjadi momen penting di awal pemerintahan Anda,” tegasnya.

Bela Mamdani

Komentar Pompliano langsung disambut ribuan reaksi. Sejumlah netizen menyampaikan dukungan penuh, sementara lainnya melontarkan kecaman keras. Akun Catia menyatakan pesimisme terhadap Mamdani. Ia menilai wali kota tersebut justru memiliki kecenderungan otoriter. “Saya ingin percaya Mamdani mau belajar dari seorang diktator, tapi neraka akan membeku lebih dulu,” tulisnya.

Komentator lain, Porter Stansberry, menyebut ideologi komunis selalu berjalan dengan itikad buruk dan menipu masyarakat miskin dengan janji semu. “Komunis tidak pernah bertindak jujur. Mereka menjual kebohongan bahwa orang bisa mendapatkan sesuatu tanpa kerja keras,” tulisnya.

Baca Juga  UMG Jalin Kolaborasi Internasional dengan Fatoni University Thailand

Namun, tidak semua suara menentang Mamdani. Sejumlah akun justru membela kebijakan bernuansa sosialisme. Akun Krokz menilai banyak kota makmur di dunia menjalankan kebijakan sosialis. “Wina adalah contoh utama kota dengan kebijakan sosialisme yang berhasil,” tulisnya.

Perdebatan panas itu menunjukkan polarisasi tajam di tengah publik Amerika, terutama terkait arah kebijakan ekonomi dan ideologi di kota terbesar di AS tersebut. Isu penangkapan Maduro pun tidak lagi sekadar persoalan geopolitik, tetapi berubah menjadi bahan bakar konflik ideologi di jantung Kota New York.***

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *