Wamenhaj Dahnil Anzar Kunjungi PWM Jatim, Bahas Dam Haji dan Pembinaan KBIHU

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak berfoto bersama jajaran PWM Jatim. (Foto: Nidlom/ IST)

MAKLUMAT — Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyempatkan diri mengunjungi Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Surabaya, Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dahnil didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Dr H Mahmudi SAg MA, dan diterima langsung oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur, di antaranya Ketua PWM Jatim Prof Dr dr Sukadiono MM, Wakil Ketua PWM Jatim Dr Syamsudin MAg, Bendahara PWM Jatim drh Zainul Muslimin, serta sejumlah perwakilan Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) dan Lazismu wilayah Jawa Timur.

Dahnil mengungkapkan, kunjungan tersebut sengaja ia lakukan sebelum menghadiri agenda Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang.

Beberapa topik seputar penyelenggaraan ibadah haji dibahas dalam diskusi Dahnil bersama PWM Jawa Timur, termasuk terkait pelaksanaan penyembelihan dam haji. Ia menyampaikan apresiasi terhadap jemaah yang memilih melaksanakan penyembelihan dam di Indonesia. Tahun ini, ia mengungkapkan sekitar 52 ribu jemaah tercatat melaksanakan penyembelihan dam di tanah air.

“Alhamdulillah, ada sekitar 52 ribu jemaah yang dam-nya disembelih di Indonesia,” ujar Dahnil.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Layanan, Muhadjir Effendy Sebut Kampung Haji sebagai Solusi Jangka Panjang

Meski begitu, ia mengakui bahwa jumlah tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan jemaah yang melaksanakan penyembelihan dam di Makkah, yang tercatat mencapai lebih dari 150 ribu jemaah.

Dahnil berharap, ke depan jumlah penyembelihan dam haji yang dilaksanakan di Indonesia bisa terus didorong dan meningkat. “Kita berharap tahun depan jumlahnya bisa semakin banyak yang dam-nya dilaksanakan di Indonesia,” ucapnya.

Pelaksanaan dam di Indonesia, jelas Dahnil, membuka peluang agar manfaatnya dapat didistribusikan kepada masyarakat di tanah air.

Menurut dia, dam yang disembelih di Makkah tidak dapat dibawa kembali ke Indonesia karena ketentuan regulasi yang berlaku. Hasil penyembelihan tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Dahnil juga menyoroti peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam memberikan pemahaman kepada jemaah. Menurutnya, KBIHU memiliki posisi dan peran sangat penting dalam memastikan jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah.

“KBIHU harus memberikan pembimbingan yang baik kepada jemaah,” tegas politisi Partai Gerindra yang pernah menjabat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Ia meminta pembinaan yang diberikan KBIHU tetap mengacu pada ketentuan agama dan regulasi pemerintah. Pembimbing juga diingatkan agar tidak melakukan praktik yang bertentangan dengan aturan.

Baca Juga  Rekrutmen Petugas Haji 2025 Diumumkan 4 November, Fokus Pelayanan Ramah Lansia dan Disabilitas

“Jangan sampai dalam proses pembimbingan ada praktik-praktik yang melanggar regulasi,” tegas Dahnil.

Ia mengungkapkan beberapa hal yang menjadi perhatian, seperti pelaksanaan badal haji, badal umrah, serta dam haji. Dahnil menilai, pembimbingan perlu menempatkan aspek fikih dan regulasi secara proporsional agar jemaah memperoleh pemahaman yang memadai sebelum menjalankan ibadah.

Sementara itu, Ketua PWM Jawa Timur Prof Dr dr Sukadiono MM menyambut baik perhatian Kemenhaj RI terhadap pembinaan jemaah. Ia menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam mendukung pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah.

“Muhammadiyah siap membantu pemerintah, khususnya Kementerian Haji dan Umrah, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah,” tandas pria asal Jombang itu.

Dalam rangka tersebut, Sukadiono menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi antara Muhammadiyah dan Kemenhaj, sehingga dapat menguatkan kerja sama dalam pembinaan jemaah, edukasi keagamaan, hingga penguatan layanan haji dan umrah.***