MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) memulai pembangunan gedung baru Klinik Pratama Al-Manar melalui prosesi peletakan batu pertama alias groundbreaking, yang digelar berbarengan dengan momentum Wisuda ke-60 Tahun UMPO pada Sabtu (4/7/2026).
Fasilitas kesehatan tersebut direncanakan untuk memperluas layanan medis bagi sivitas akademika maupun masyarakat. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Menko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, bersama Rektor UMPO Rido Kurnianto, jajaran Badan Pembina Harian (BPH) UMPO, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Ponorogo.
Klinik yang berlokasi sekitar 300 meter dari kampus utama UMPO itu dibangun sebagai pengembangan layanan kesehatan yang selama ini telah berjalan.
Rektor UMPO, Dr Rido Kurnianto MAg, mengatakan Klinik Pratama Al-Manar pada awalnya diperuntukkan bagi mahasiswa. Namun, tingginya kebutuhan layanan kesehatan dari masyarakat membuat pengembangan fasilitas dinilai perlu dilakukan.
Ia menyebut, kunjungan pasien dari masyarakat sekitar mencapai sedikitnya 60 orang setiap hari. “Pembangunan fisik gedung klinik yang baru ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dan mengoptimalkan kualitas layanan kesehatan yang diberikan oleh pihak kampus kepada publik,” ungkapnya.
Pembangunan gedung baru, kata Rido, juga menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan di bidang kesehatan. Klinik tersebut direncanakan tidak hanya melayani rawat jalan, tetapi juga dikembangkan menjadi fasilitas rawat inap dan laboratorium terpadu untuk mendukung program studi kebidanan, keperawatan, dan fisioterapi di UMPO.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan instansi kesehatan daerah dan Forkopimda diharapkan dapat mendukung percepatan pemanfaatan klinik tersebut bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian UMPO, termasuk kontribusinya dalam mendukung pengakuan Reog sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Ia berharap pembangunan Klinik Pratama Al-Manar dapat menjadi awal hadirnya fasilitas kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung penguatan sumber daya manusia di Kabupaten Ponorogo.













