
MAKLUMAT – Warga Surabaya memanfatkan objek wisata Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran untuk menikmati libur Hari Raya Idulfitri. Dalam tempo dua hari, jumlah pengunjung mencapai 10.366 orang.
Jumlah itu terpantau pada 31 Maret hingga 4 April 2025. Namun demikian, pantauan peningkatan wisatawan tertinggi pada 2 April 2025, yang mencapai 3.004 pengunjung.
Kepala UPTD Pengelola Obyek Wisata THP Kenjeran Surabaya, Rusdi Ismet, mengaku jumlah pengunjung tahun ini naik dari tahun sebelumnya. Menurutnya, libur panjang dan sedikitnya warga mudik mendorong tingginya kunjungan ke Pantai Kenjeran.
Wistawan Berpotensi Naik
“Sejak hari pertama libur (wistawan) terpantau naik. Libur lebaran tahun ini juga lebih panjang, dan kami prediksi puncak kunjungan hari ini hingga Senin mendatang,” kata Ismet, sapaan akrabnya, Sabtu (5/4/2025).
Berdasarkan data THP Kenjeran, sejak Senin (31/3/2025) hingga Jumat (4/4/2025), total pengunjung THP Kenjeran telah mencapai 10.366 orang. Peningkatan harian tertinggi tercatat pada Rabu (2/4/2025) dengan 3.004 pengunjung.
Ismet optimistis bisa mencapai target pengunjung mencapai 17.000 selama periode 31 Maret hingga 7 April 2025. Sebagai puncaknya, ia memperkirakan hari ini bisa tembus 5.000 pengunjung.
Wisatawan Bukan hanya Warga Surabaya
Catatan lain dari UPTD THP Kenjeran, warga Surabaya lebih mendominasi kunjungan. Namun, sejak 1 April, wisatawan dari luar kota, seperti Sidoarjo, Gresik, Jombang, Tulungagung, dan Kediri, terpantau mengunjungi Pantai Kenjeran.
“Mereka datang dalam rombongan besar. Rata-rata datang mengendarai kendaraan besar, seperti Hi-Ace, bus, dan travel. Sementara, pengunjung roda dua mayoritas berasal dari Surabaya,” ia menjelaskan.
Dalam menyambut kunjungan wisata, THP Kenjeran menyuguhkan beragam hiburan selama liburan ini. Taman wisata milik Pemerintah Kota Surabaya ini menyuguhkan dua musik dengan berbeda genre.
Berkah Pelaku Usaha
Di sisi selatan terdapat dangdut ambyar, sedangkan di sisi utara live musik akustik. Beberapa pertunjukan seni tradisional juga turut memeriahkan yang meliputi barongsai, reog, dan jaranan.
Kenaikan pengunjung membawa berkah bagi pelaku usaha di sekitar THP Kenjeran. Omzet pedagang di pusat oleh-oleh terdongkrak mencapai Rp800-Rp1 juta per hari atau naik dua kali lipat dari pendapatan harian yang rata-rata Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
“Wisatawan banyak membeli kerupuk, ikan asin, dan souvenir. Ini menjadi berkah bagi para pedagang untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya memungkasi.