MAKLUMAT — World Meteorological Organization alias Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa dalam beberapa pekan terakhir telah memecahkan sejumlah rekor suhu dan menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan manusia, ekosistem, pertanian, infrastruktur, hingga produktivitas tenaga kerja.
Fenomena cuaca ekstrem itu meluas di sebagian besar wilayah Eropa Barat, Eropa Tengah, Eropa Selatan, hingga kawasan Balkan. Selain suhu tinggi, sejumlah wilayah juga menghadapi badai lokal yang intens, kekeringan yang semakin memburuk, serta peningkatan risiko kebakaran hutan.
WMO menyebut kondisi tersebut sejalan dengan proyeksi ilmiah terkait percepatan perubahan iklim global. Berdasarkan kajian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), gelombang panas ekstrem diperkirakan akan terjadi dengan frekuensi, intensitas, dan durasi yang terus meningkat.
Dilansir dari laman resmi WMO pada Selasa (30/6/2026), Kepala Informasi Iklim WMO John Kennedy mengatakan Eropa saat ini menjadi kawasan dengan tingkat pemanasan tercepat di dunia.
“Gelombang panas seperti ini adalah hal yang kita harapkan akan terjadi dalam perubahan iklim. Dalam 50 tahun sejak gelombang panas bersejarah pada tahun 1976, Eropa secara keseluruhan telah menghangat sekitar dua derajat. Ini adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat dan suhu ekstrem juga meningkat,” kata Kennedy.
Dampak di Sektor Kesehatan
Dampak serius juga mulai terlihat pada sektor kesehatan. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan lebih dari 1.300 kematian tambahan tercatat sejak 21 Juni yang berkaitan dengan gelombang panas ekstrem tersebut.
Dalam unggahannya di platform X pada 28 Juni, Tedros menyebut lebih dari 150 juta warga Eropa terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem yang kini terus meluas dari Semenanjung Iberia menuju sejumlah wilayah lain di benua itu.
Rekor Suhu Tertinggi di Sejumlah Negara
Sejumlah negara melaporkan rekor suhu tertinggi baru sepanjang Juni 2026. Di Jerman, kota Coschen yang berada di dekat perbatasan Polandia mencatat suhu 41,7 derajat Celcius pada 28 Juni. Badan Meteorologi Jerman (DWD) menyebut fenomena ini sebagai gelombang panas bersejarah setelah 252 stasiun cuaca melaporkan suhu tertinggi sepanjang masa.
Hungaria juga mencatat suhu 40,7 derajat Celcius di dekat Budapest, sementara Austria mencatat suhu 40 derajat Celcius di Wina.
Britania Raya memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut dengan suhu mencapai 37,3 derajat Celcius. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sistem peringatan cuaca negara tersebut, Met Office mengeluarkan peringatan merah panas ekstrem selama tiga hari berturut-turut.
Belanda mengeluarkan peringatan merah di delapan provinsi setelah suhu nasional mencapai 39,4 derajat Celcius. Rekor serupa juga terjadi di Denmark, Swiss, Polandia, dan Republik Ceko.
Prancis menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling serius. Negara itu mencatat 24 Juni sebagai hari terpanas sepanjang sejarah setelah suhu rata-rata nasional mencapai 30 derajat Celcius, melampaui rekor yang sebelumnya tercatat pada 2019 dan 2003.
Di wilayah barat Prancis, suhu mencapai 43,8 derajat Celcius. Pemerintah setempat mengeluarkan status peringatan merah di 58 departemen di tengah ancaman kekeringan dan risiko kebakaran hutan yang semakin tinggi.
Spanyol juga mengalami suhu di atas 40 derajat Celcius di sejumlah wilayah. Kota Bilbao mencatat suhu 42,7 derajat Celcius, menjadi rekor tertinggi bulan Juni sepanjang sejarah pengamatan di kota tersebut.
Catatan 2000-2019: 489 Ribu Kematian
WMO mengingatkan panas ekstrem merupakan ancaman kesehatan serius yang sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena banyak kasus kematian akibat suhu tinggi tidak tercatat secara langsung.
Berdasarkan estimasi global, sekitar 489 ribu kematian terkait panas terjadi setiap tahun selama periode 2000 hingga 2019.
Penasihat Kesehatan Kantor Gabungan Iklim dan Kesehatan WHO-WMO Lachlan McIver menjelaskan suhu tinggi yang berlangsung selama beberapa hari tanpa penurunan suhu signifikan pada malam hari dapat membuat tubuh terus berada dalam kondisi stres panas.
“Paparan berkepanjangan selama beberapa hari, terutama ketika suhu tetap tinggi di malam hari, berarti tubuh memasuki setiap hari baru dalam keadaan sudah stres. Lansia, anak-anak kecil, wanita hamil, pekerja luar ruangan, dan orang-orang tunawisma atau yang hidup dengan penyakit kronis termasuk di antara mereka yang paling berisiko,” ujarnya.
Sistem Peringatan Dini Global
Merespons kondisi tersebut, WMO bersama WHO saat ini memperkuat sistem peringatan dini global dan rencana aksi kesehatan untuk membantu pemerintah meminimalkan korban jiwa sekaligus mengurangi gangguan ekonomi akibat meningkatnya kejadian panas ekstrem.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres sebelumnya mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi eskalasi krisis iklim yang semakin nyata.
“Kita baru saja melewati sebelas tahun terpanas yang pernah tercatat. Bencana iklim menjadi lebih sering terjadi, lebih merusak, dan lebih mahal. Dan Organisasi Meteorologi Dunia telah memperingatkan bahwa kita belum melihat apa-apa,” kata Guterres dalam London Climate Week pada 23 Juni lalu.
Laporan El Niño terbaru dari WMO yang dikeluarkan pada awal Juni memperkirakan bahwa El Niño yang berkembang pesat akan memengaruhi pola cuaca dan iklim dalam beberapa bulan mendatang. Dampaknya biasanya lebih besar di bagian dunia lain daripada di Eropa.
WMO dan WHO juga telah bersama-sama mengembangkan panduan tentang panas ekstrem dan sistem peringatan dini kesehatan terkait panas. Sistem dan alat ini mendukung rencana aksi panas dan memperkuat kerangka kerja untuk tata kelola panas ekstrem, membantu pemerintah, otoritas kesehatan, dan masyarakat untuk mempersiapkan dan menanggapi peristiwa panas ekstrem. Program bersama iklim dan kesehatan WHO-WMO berupaya memastikan bahwa informasi iklim, cuaca, dan lingkungan dapat diakses, tepat waktu, dan dapat ditindaklanjuti untuk pengambilan keputusan kesehatan masyarakat.
Melalui inisiatif Peringatan Dini untuk Semua , WMO dan para Anggotanya berupaya memastikan bahwa orang-orang yang berisiko menerima peringatan dan informasi tepat waktu tentang tindakan perlindungan sebelum gelombang panas berbahaya terjadi.













