MAKLUMAT – Bukan sekadar bercermin, kini seseorang bisa langsung mengetahui kondisi kesehatannya hanya dalam hitungan menit. Inovasi itu diwujudkan melalui Hi-Me!, sebuah cermin cerdas pendeteksi kesehatan karya mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Cermin pintar berbasis teknologi multisensor dan deep learning ini mampu melakukan skrining delapan parameter tanda vital tubuh secara cepat, non-invasif, dan efisien. Cukup berdiri di depan cermin, pengguna dapat memperoleh gambaran awal kondisi kesehatannya dalam waktu sekitar 3 menit.
Hi-Me! dikembangkan oleh tim mahasiswa angkatan 2022 yang menamai diri Masuk Surga, terdiri dari Nehemy Davis Suryanto, Andi Lisnaini Ramadhani, dan Wean Harmiwan Bontong, di bawah bimbingan dosen Teknik Biomedik ITS, Nada Fitrieyatul Hikmah ST MT.
“Hi-Me! dirancang sebagai solusi untuk mempercepat proses skrining kesehatan yang selama ini memakan waktu lama, terutama di fasilitas layanan kesehatan,” ujar Andi Lisnaini Ramadhani dalam siaran pers, Senin (12/1/2026).
Secara teknologi, Hi-Me! mengandalkan 5 sensor utama untuk mengukur tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, laju pernapasan, dan denyut nadi. Tak berhenti di situ, cermin cerdas ini juga memanfaatkan tiga model deep learning untuk mengestimasi tekanan darah sistolik, diastolik, serta kadar gula darah secara non-invasif.
Kemampuan tersebut menjadikan Hi-Me! sebagai alat skrining awal yang praktis, sekaligus berpotensi mengurangi antrean pasien yang kerap melebihi 60 menit, sebagaimana batas waktu layanan menurut Kementerian Kesehatan.
Keunggulan lain Hi-Me! terletak pada sistem rekam medis elektronik (Electronic Medical Record/EMR) berbasis web. Melalui sistem ini, hasil pemeriksaan dapat tersimpan dan diakses secara daring oleh pengguna, meski belum terintegrasi langsung dengan sistem rumah sakit.
“Dengan satu perangkat, delapan parameter vital bisa diperoleh secara otomatis. Ini sangat membantu tenaga medis untuk mendapatkan data awal kondisi pasien secara cepat dan terkalibrasi,” jelas Andi.
Meski demikian, tim pengembang menyadari bahwa Hi-Me! masih memerlukan pengembangan lanjutan sebelum diterapkan secara luas. Saat ini, kesiapan alat baru mencapai sekitar 50 persen, dengan fokus perbaikan pada peningkatan akurasi model deep learning, kalibrasi sensor, serta proses sertifikasi alat kesehatan.
Ke depan, Hi-Me! dirancang agar semakin fleksibel dan dapat digunakan oleh semua kelompok usia. Mengusung slogan “Your Health, Reflected in Seconds”, inovasi ini menjadi simbol transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi digital.
Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, inovasi Hi-Me! juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui cermin cerdas ini, mahasiswa ITS menunjukkan peran nyata dalam menghadirkan solusi teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.