MAKLUMAT — Sebanyak 2.381 orang hilang akibat banjir Nepal yang melanda kawasan Rasuwa. Dari jumlah tersebut, 644 orang merupakan warga negara asing, menurut Kepolisian Nepal. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan hingga Kamis (27/8) belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak bencana di Nepal.
Juru bicara Kepolisian Nepal sekaligus Wakil Inspektur Jenderal Polisi Abhinarayan Kafle menyampaikan perkembangan tersebut terkait operasi pencarian dan penyelamatan korban banjir. “Operasi pencarian terhadap ribuan orang yang masih belum ditemukan terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak,” tandas Abhinarayan Kafle seperti dilansir Nepal News, Jumat (28/8) siang.
Menurut laporan polisi, dari 644 warga negara asing yang hilang, sebanyak 178 orang merupakan warga India. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan warga negara asing lainnya.
Polisi juga mencatat 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 25 warga Kanada yang belum dapat dihubungi.
Selanjutnya, terdapat sembilan warga Singapura, masing-masing delapan warga Jerman dan Rusia, masing-masing enam warga Afrika Selatan dan Latvia, masing-masing lima warga Jepang dan Selandia Baru, empat warga Prancis, serta masing-masing tiga warga Belgia dan Spanyol.
Polisi juga melaporkan masing-masing dua warga negara Kazakhstan, Portugal, Irlandia, Italia, dan Belanda yang belum dapat dihubungi. Selain itu, masing-masing satu warga Swedia, Hungaria, Serbia, Swiss, Israel, Filipina, Finlandia, Belarus, Lituania, dan Bulgaria juga dilaporkan hilang.
Di luar warga Rasuwa, sebanyak 1.737 warga Nepal juga dilaporkan hilang setelah bencana. Mereka berasal dari Provinsi Koshi sebanyak 132 orang, Madhes 128 orang, Bagmati 826 orang, Gandaki 126 orang, Lumbini 188 orang, Karnali 208 orang, dan Sudurpaschim 129 orang.
Sementara itu, sebanyak 1.545 orang telah berhasil diselamatkan. Sebanyak 644 orang diselamatkan di Rasuwa, 898 orang di Nuwakot, dan tiga orang di Dhading.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia memastikan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal. Hingga Kamis (27/8), belum ada laporan WNI yang terdampak banjir tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan pemantauan dilakukan KBRI Dhaka dan KBRI Beijing melalui koordinasi dengan jejaring komunitas WNI serta Konsulat Kehormatan RI di Kathmandu.
“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” demikian pernyataan resmi Kemlu.
Melansir CNN, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan kedua perwakilan RI terus memantau kondisi WNI di Nepal dan Tibet setelah bencana. Saat ini terdapat sekitar 45 WNI di Nepal. Mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.
Kemlu juga memberikan perhatian khusus kepada WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang melakukan kegiatan pendakian.
KBRI Dhaka mengimbau agen perjalanan yang membawa WNI ke Nepal segera memberikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi para wisatawan, khususnya yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian di wilayah terdampak.
KBRI Beijing dan KBRI Dhaka juga meminta seluruh WNI meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menghindari wilayah yang terdampak banjir. WNI juga diminta memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi.***














