Dosen UNAIR Jadi Duta ACSE Indonesia, Siap Dongkrak Kualitas Jurnal Ilmiah

Dosen UNAIR Jadi Duta ACSE Indonesia, Siap Dongkrak Kualitas Jurnal Ilmiah

MAKLUMAT Kabar membanggakan datang dari Universitas Airlangga (UNAIR). Dr Arif Nur Muhammad Ansori, peneliti di Sekolah Pascasarjana UNAIR, dipercaya menjadi Ambassador Asian Council of Science Editors (ACSE) untuk Indonesia. Penunjukan ini menjadi bentuk pengakuan internasional atas kiprah dan dedikasinya di dunia penyuntingan dan publikasi ilmiah.

“Saya merasa sangat bahagia dan terhormat mendapat kepercayaan ini. Bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi juga untuk komunitas akademik di Indonesia,” ujar Arif dilansir laman UNAIR, Kamis (31/7/2025).

Sebagai duta ACSE, Arif akan membawa misi penting. Salah satunya adalah menjembatani komunitas ilmiah Indonesia dengan berbagai inisiatif global. Ia juga akan mendorong peningkatan kualitas dan etika publikasi ilmiah di tanah air. Tak hanya itu, lewat peran barunya, ia ingin menghubungkan lebih banyak jurnal Indonesia ke panggung internasional.

“ACSE adalah organisasi strategis yang memperjuangkan standar etika dan kualitas publikasi ilmiah. Saya akan aktif mempromosikan nilai-nilai tersebut di Indonesia,” jelasnya.

ACSE merupakan wadah kolaborasi bagi para editor, reviewer, dan akademisi dari berbagai negara di Asia. Organisasi ini juga kerap menyelenggarakan pelatihan dan forum berbagi praktik terbaik untuk meningkatkan kapasitas penyuntingan jurnal.

Arif menuturkan, penunjukannya sebagai duta ACSE tak serta-merta. Ia melewati proses seleksi yang cukup ketat. Pengalaman sebagai penulis, reviewer, dan dewan editor menjadi modal utamanya. “Saya menerima undangan dan dinilai berdasarkan rekam jejak publikasi serta komitmen dalam mengembangkan kualitas jurnal di Asia,” terang dosen yang juga aktif membina peneliti muda ini.

Baca Juga  Kisah Pembalap Axel Pons: Dari Balapan Moto2 ke Perjalanan Kaki Lintas Benua

Pengelolaan Jurnal

Di UNAIR, Arif berkomitmen memperkuat berbagai pelatihan publikasi ilmiah, mentoring, hingga pengelolaan jurnal yang lebih profesional. Ia juga terbuka untuk menjalin kolaborasi antara UNAIR dengan jaringan internasional di bawah ACSE.

“Tujuan akhirnya jelas. Saya ingin mendorong jurnal Indonesia naik kelas, terindeks secara internasional, dan punya tata kelola yang baik serta transparan,” tegasnya.

Ke depan, Arif akan terlibat dalam berbagai forum dan workshop internasional ACSE. Ia bahkan berencana menjadi fasilitator di pelatihan lokal, agar manfaat kolaborasi ini bisa langsung dirasakan komunitas akademik dalam negeri.

Bagi para akademisi muda, Arif memberi pesan sederhana namun penuh makna. Dunia editorial bukan semata soal menulis, tapi soal menjaga integritas ilmu pengetahuan.

“Mulailah dari hal kecil. Jadi reviewer, baca jurnal bereputasi, dan terus asah kemampuan menulis ilmiah. Dunia ini sangat terbuka bagi yang tekun dan mau belajar,” tutupnya.

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *