Puguh DPRD Jawa Timur Dorong Perluasan Rute Bus Trans Jatim, Ini Alasannya

MAKLUMAT – Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, mendorong pemerintah provinsi untuk memperluas rute Bus Trans Jatim Koridor Malang Raya, khususnya yang terhubung langsung dengan pusat-pusat wisata dan kawasan strategis di wilayah Malang Raya.

Menurut Puguh, peluncuran Bus Trans Jatim Malang Raya yang resmi beroperasi sejak 20 November 2025 merupakan langkah awal yang positif dalam mewujudkan transportasi publik terintegrasi antara Kota Malang dan Kota Batu. Namun, ke depan, konektivitas tersebut perlu diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Transportasi massal ini sudah menghubungkan dua kota strategis, Malang dan Batu. Selanjutnya, yang perlu didorong adalah penambahan rute, terutama ke kawasan wisata dan wilayah penyangga, agar konektivitasnya semakin kuat,” ujar Puguh, Sabtu (20/12/2025).

Legislator PKS itu menilai kolaborasi antara Dinas Perhubungan Pemprov Jatim dengan Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Batu patut diapresiasi. Integrasi moda transportasi lokal sebagai feeder dinilai mampu menciptakan sistem transportasi yang saling menguatkan tanpa mematikan angkutan umum yang sudah ada.

“Kolaborasi ini penting. Bus Trans Jatim hadir sebagai tulang punggung transportasi massal, sementara angkutan lokal tetap diberi ruang untuk mendukung pergerakan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Komisi E DPRD Jatim Dukung Sekolah Rakyat, Harap Mampu Putus Mata Rantai Kemiskinan

Saat ini, Bus Trans Jatim Koridor Malang Raya melintasi sejumlah rute strategis seperti kawasan pendidikan, pusat perdagangan, dan destinasi wisata utama.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari data UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Malang Dishub Jatim yang mencatat sekitar 4.000 penumpang dalam 13 hari pascapeluncuran, dengan titik layanan di Terminal Hamid Rusdi, Terminal Landungsari, dan Terminal Batu.

Puguh menilai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa masyarakat membutuhkan transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi.

Ia meyakini, jika rute diperluas hingga menjangkau Kabupaten Malang dan destinasi wisata unggulan, dampak ekonominya akan semakin signifikan.

“Malang Raya ini kuat di sektor pendidikan dan pariwisata. Kalau akses transportasinya makin mudah, wisatawan meningkat, UMKM bergerak, dan ekonomi daerah ikut terdongkrak,” tegasnya.

Ia berharap Bus Trans Jatim Malang Raya ke depan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga model sistem transportasi publik terintegrasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi kawasan.