MAKLUMAT — Tepat 48 hari pascabencana banjir bandang dan tanah longsor alias galodo yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera, para penyintas perempuan di Nagari Muaro Pingai mendirikan ranting baru Aisyiyah Muaro Pingai, yang kini sekretariatnya diresmikan langsung Sekretaris Umum PP Aisyiyah Dr Tri Hastuti Nur Rochimah Msi, Rabu (14/1/2026).
Diketahui, Nagari Muaro Pingai menjadi wilayah paling parah yang terdampak di Kabupaten Solok, pasca diterjang banjir bandang yang menghanyutkan rumah, berbagai infrastruktur, dan sawah, serta meninggalkan tumpukan kayu-kayu besar, material, dan lumpur di fasilitas umum maupun rumah rumah warga. Bahkan sudah empat kali air sungai naik lagi yang menyebabkan warga kembali ke pengungsian.
Sebulan sudah aparat Nagari Muaro Pingai, Indonesian Conference on Religion and Peace, Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC), Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah bekerja sama dalam Pos Informasi ICRP, Pos Layanan Terpadu Muhammadiyah, serta Aisyiyah berkolaborasi untuk penyintas di nagari Muaro Pingai.
Dalam kunjungannya, Sekretaris Umum PP Aisyiyah Dr Tri Hastuti Nur Rochimah Msi menyampaikan komitmen Muhammadiyah dan Aisyiyah beserta MDMC, dalam merespon tanggap darurat dan fase pemulihan darurat di Bencana Sumatera.
“Dukungan kami telah berjalan di Muaro Pingai, berbagai pos layanan disediakan untuk membersamai perjuangan korban untuk bangkit dari bencana ini. Terutama gerakan perempuan bantu perempuan,” ujarnya.
“Seperti layanan dukungan psikososial, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, bantuan alat sekolah seperti sepatu, tas dan seragam dan air minum serta kebutuhan anak seperti makanan dan snack ringan,” sambung Tri Hastuti.
Termasuk, lanjutnya, kunjungan langsung atau visit ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan sejumlah bantuan seperti walker, kursi roda, serta nebulizer.
Ia menjelaskan, banyak melibatkan peran perempuan pada penanganan kebencanaan di Sumatera, termasuk dalam penyaluran berbagai bantuan kemanusiaan.
“Kami banyak melibatkan peran perempuan, “perempuan bantu perempuan” di tengah bencana Sumatera. Seperti hari ini, PP Aisyiyah bersama Ranting Aisyiyah Muaro Pingai kembali merespon kebutuhan para penyintas perempuan, dengan memperkuat peran mereka, melalui layanan kesehatan, bantuan paket dapur atau kitchen set, dan menambah bantuan seragam olahraga untuk anak anak mereka, setelah sebelumnya menyalurkan sepatu dan seragam merah putih,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tri Hastuti menerangkan, dalam rangka memberikan manfaat lebih luas dan lebih panjang dalam program Muaro Pingai Bangkit, serta cita-cita besar para perempuan Nagari Muaro Pingai, mereka telah berikrar pada 2 Januari 2026 lalu mendirikan Ranting Aisyiyah di Masjid Al Kautsar.
Sementara itu, Ketua Ranting Aisyiyah Muaro Pingai, Vira Anggelina, menyampaikan komitmen untuk langsung bergerak, terutama dalam membantu penanganan dan pemulihan pascabencana yang melanda.
“Kami tidak mau terlena berlama lama, untuk itu karena pemulihan ini sangat panjang, kami memberanikan diri, untuk memiliki cita-cita yang sangat besar,” ujar Vira.
“Kami ingin dengan kedatangan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Ibu Tri Hastuti, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Barat Ibu Syur’aini, menjadi pertanda gerakan perempuan Muaro Pingai harus terorganisir, dan memilih Aisyiyah sebagai momentum bangkit, dengan ditandai peresmian sekretariat ranting Aisyiyah. Kami ingin pendidikan di Muaro Pingai berkualitas, pendidikan PAUD dan TK perlu direvitalisasi,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat, Syur’aini, menyebut bahwa momentum bencana tidak selalu dilihat sebagai akhir dari segalanya. Di Muaro Pingai, justru menjadi kesadaran kebangkitan gerakan perempuan dalam menyongsong masa depan.
Secara khusus, ia memberi perhatian kepada Ketua Ranting Muaro Pingai untuk menghidupkan senior care dengan kader lansia dan menggerakkan bidan desa. Ia juga menegaskan komitmen dalam mendukung program-program Ranting Aisyiyah Muaro Pingai.
“Untuk itu niat mendirikan ranting juga perlu diperkuat dan dilanjutkan pelatihan pengkaderan. Untuk itu Pimpinan Wilayah Aisyiyah siap mendukung gerakan ranting Aisyiyah di Muaro Pingai, tegasnya mantab. Ia juga menyampaikan dalam kunjunganya juga menyertakan Majelis Kesehatan Aisyiyah Sumatera Barat yang akan melanjutkan penanganan medis para korban,” tandasnya.
Ketua MDMC Sumatera Barat, Fortito, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Direktur Eksekutif ICRP Ilma Sovri Yanti telah berkoordinasi selama ini, bekerjasama merespon para pengungsi di Muaro Pingai.
“Kami mendirikan bersama-sama Pos Layanan Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kolaborasi apik ini juga didukung RSU Aisyiyah, Ketua MUI Sumatera Barat, Wali Nagari Muaro Pingai dan ayahanda dan Ibunda yang menjadi donatur dan penguat serta motivasi kami bergerak. Terbukti hari ini gerakan para perempuan di Muaro Pingai menguat dan mantab untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah, tak lain dan tak bukan karena kami ingin memadukan dan memajukan langkah untuk Nagari Muaro Pingai. Kami yakin Basamo Mangka Manjadi,” terangnya.
Wali Nagari Muaro Pingai, Dodi Hermen, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah Pusat untuk memulihkan kondisi Muaro Pingai.
Sinergi aparat Nagari yang mewakili pemerintah, kata dia, sangat mendukung gerakan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta tentu perhatian PP Aisyiyah menjadi kekuatan kami untuk terus bangkit.
“Terutama dengan adanya peresmian Ranting Aisyiyah hari ini (Rabu, 14/1/2026) di Nagari kami,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Ranting Muhammadiyah Abdul Ghafar secara langsung menyampaikan gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah pascabencana galodo di Muaro Pingai. Ia mengungkapkan bakal memberikan wakaf 1 hektare lahan untuk pendirian SMK Muhammadiyah.
“Kami ingin Nagari Muaro Pingai menjemput ketertinggalan, di daerah Nagari lain sudah ada pendidikan dasar lanjutan, di Nagari kami belum ada. Sehingga kami berharap dari wakaf lahan 1 hektare ini mendapat dukungan Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk menjemput masa depan generasi di Muaro Pingai,” katanya.
“Harapan kami 10 tahun ke depan nagari Muaro Pingai tidak lagi tertinggal karena memiliki SDM unggul bersama Muhammadiyah dan Aisyiyah,” tambah Abdul Ghafar.
Bersamaan dengan pendirian ranting, SDN 01 dan SDN 08 Muaro Pingai, serta SMP 02 Junjung Sirih Muaro Pingai, mendapatkan bantuan seragam olahraga, setelah sebelumnya mendapatkan 39 sepatu dan seragam merah putih. Begitu juga perempuan yang ingin bangkit, diperkuat dengan penyaluran 20 kelengkapan dapur.
“Semua ini menjadi komitmen Muhammadiyah dan Aisyiyah mendukung penguatan dan gerakan perempuan di Muaro Pingai,” kata Abdul Ghafar.














