PP Aisyiyah Soroti Sampah Plastik dan Makanan: Angka Food Loss dan Food Waste hingga 130 Ribu Ton per Hari

Sampah botol plastik dan saset. (Ilustrasi: Freepik)

MAKLUMAT — Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP Aisyiyah, Rahmawati Husein, menyoroti melimpahnya sampak plastik saset dan sampah makanan, yang kini menjadi permasalah serius di tanah air.

Mengutip data yang dirilis World Resources Institute (WRI), Rahmawati menyebut bahwa jenis sampah plastik yang paling banyak dibuang masyarakat Indonesia adalah plastik kemasan saset, yang kini menjadi persoalan serius di Indonesia karena jumlahnya yang sangat besar.

Menurutnya, tingginya penggunaan plastik saset tidak lepas dari strategi promosi produsen yang gencar menawarkan kemudahan serta harga murah bagi produk-produk yang dikemas dalam ukuran kecil tersebut.

“Belum ada kesadaran beli curahan. Dengan alasan murah cuma deterjen 2.000-an sudah jadi. Iklannya di TV kan gencar semua saset 2.000,” kata Rahmawati dalam Kajian Itikaf AMM Piyungan, Bantul, dikutip laman resmi Muhammadiyah pada Senin (16/3/2026).

Sampah Makanan dan Perilaku Konsumtif

Tak berhenti di situ, Rahmawati menyebut bahwa fakta itu juga mencerminkan perilaku boros yang masih terjadi di masyarakat Indonesia. Padahal, kata dia, perilaku boros merupakan perbuatan yang dikecam dalam ajaran Islam, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Isra ayat 27.

“Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra: 27)

Lebih lanjut, Rahmawati menyebut bahwa perilaku konsumtif tersebut dapat terlihat dari tingginya angka sampah makanan atau food loss and food waste di Indonesia, yang tercatat mencapai sekitar 60.000 hingga 130.000 ton per hari.

Baca Juga  Mantap Berjuang di Jalur Politik, Soroti Persoalan Perempuan

“Kebanyakan itu nanti dari rumah tangga 47 persen itu sampah rumah tangga paling tinggi. Jadi kita berharap ini kepada ibu-ibu, bapak-bapak itu saling mengingatkan di keluarga,” terangnya.

Peran Rumah Tangga

Rahmawati juga menekankan pentingnya peran rumah tangga dalam mengurangi sampah plastik, salah satunya dengan membawa kantong belanja sendiri yang dapat digunakan berulang kali. Pasalnya, kantong plastik belanjaan menjadi jenis sampah plastik terbanyak kedua setelah plastik saset di Indonesia.

Melalui forum tersebut, ia mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bersama dan mulai secara nyata mengurangi produksi sampah plastik saset, sampah makanan, maupun jenis sampah lainnya agar lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman.