MAKLUMAT — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkap julukan yang kerap ia terima dari Presiden Prabowo Subianto. Cerita itu ia sampaikan saat opening ceremony Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (6/2/2026).
“Di kabinet saya sering disebut ketua menteri-menteri yang dari Muhammadiyah. Itu kebanggan, Pak Ketum (Haedar Nashir). Setiap pertemuan, selalu presiden memanggil saya koordinator menteri-menteri dari Muhammadiyah,” ujar Zulhas, sapaan akrabnya, dilansir dari live streaming di kanal YouTube PP IPM.
Zulhas menjelaskan, julukan itu muncul karena banyaknya sosok di kabinet Prabowo yang berasal dari latar belakang Muhammadiyah. Ia menilai, hal tersebut sekaligus menunjukkan besarnya peran Muhammadiyah dalam pemerintahan saat ini, terutama dalam mendukung agenda-agenda negara.
Dalam kesempatan itu, Zulhas lalu mengaitkan peran Muhammadiyah dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menurutnya sangat dekat. Ia bahkan menyebut bahwa pidato presiden di World Economic Forum beberapa waktu lalu sangat lekat dengan teologi Al-Maun.
“Program unggulan Bapak Presiden Prabowo, semua menyangkut anak-anak muda. Ekonominya adalah gerakan ekonomi rakyat. Kalau saudara-saudara lihat pidato Presiden Prabowo di World Economic Forum, semua bicara tentang teologi Al-Maun,” paparnya.
Ia menyebut dukungan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting agar program pemerintah bisa berjalan efektif hingga ke lapisan bawah. Ia pun menegaskan bahwa program-program pemerintah akan berhasil dengan dukungan Persyarikatan.
“Dukungan Muhammadiyah, dukungan Aisyiyah penting sekali. Tidak akan sukses (program-program pemerintah) tanpa dukungan Muhammadiyah, dukungan Aisyiyah,” ujarnya.
Zulhas memaparkan, pemerintah saat ini menaruh perhatian besar pada persoalan pangan, gizi, ekonomi rakyat, dan pendidikan. Ia menyebut sektor-sektor tersebut saling berkaitan dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil, mulai dari petani, nelayan, hingga anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Ia juga menceritakan, Presiden Prabowo secara khusus menugaskannya untuk rutin turun ke lapangan guna memastikan berbagai program berjalan sesuai rencana. Zulhas menyebut, pengawasan langsung menjadi cara pemerintah menjaga agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas.
“Saya diminta dalam satu minggu tiga hari turun ke bawah untuk memastikan pangan berjalan baik, makanan bergizi berjalan, koperasi desa berjalan, dan kampung nelayan berjalan,” katanya.














