MAKLUMAT — Fakhrizan Husainudin, putra sulung Ketua PWM Jatim Prof Sukadiono, resmi menikahi Adelia Happy Rizky Ramadhani. Momen sakral akad nikah tersebut berlangsung di Masjid Jenderal Sudirman, Surabaya pada Jumat (6/2/2026).
Fakhrizan Husainudin merupakan putra pertama dari pasangan Prof Sukadiono dan Hindayati dari tiga bersaudara. Sementara itu, Adelia Happy Rizki Ramadhani adalah putri dari Bosum Muryadi Laskar Sholehah dan Masrifatul Anifah.
Banyak momen penting mengiringi kekhidmatan prosesi pernikahan keduanya. Berikut adalah sejumlah catatan menarik di balik perhelatan akad nikah yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional tersebut.
Libatkan UMKM Sekitar Masjid
Kebahagiaan pernikahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh kedua mempelai beserta keluarga besar, tetapi juga turut dirasakan oleh masyarakat sekitar. Prof Sukadiono menunjukkan kepeduliannya dengan menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan sekitar masjid.
Setelah prosesi akad nikah berlangsung, para tamu undangan dipersilakan untuk menikmati beragam produk UMKM yang tersedia di area sebelah Masjid Jenderal Sudirman. Seluruh biaya pun ditanggung oleh pemilik acara tersebut.
“Bapak-ibu, kami tidak menyediakan sarapan secara khusus. Namun, kami mempersilakan tamu undangan untuk menikmati makanan yang dijual oleh pedagang UMKM di sebelah secara gratis karena biayanya sudah kami tanggung,” ujar Prof Sukadiono.
Para tamu terlihat antusias menyantap sajian di warung-warung yang berada di sisi selatan masjid. Berbagai pilihan menu tersedia, mulai dari kopi dan aneka kudapan, hingga hidangan utama seperti nasi pecel, soto, rawon, dan penyetan. Para tamu pun leluasa untuk memilih makanan sesuai selera masing-masing.
Dihadiri Tokoh-tokoh Nasional
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam prosesi akad nikah. Tokoh-tokoh itu di antaranya adalah Ketua PP Muhammadiyah, Prof Muhadjir Effendy yang kini juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Haji. Selain itu, hadir juga Ketua PP Muhammadiyah lainnya, Prof Syafiq A Mughni.
Turut hadir Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang menjadi saksi nikah. Hadir juga para jajaran pimpinan PWM Jatim, di antaranya Sulthon Amien, Sholihin Fanani, Tamhid Masyhudi, Hidayatulloh, serta Zainul Muslim. Terlihat juga sejumlah tokoh dan aktivis Muhammadiyah lainnya.
Prosesi serah tinampi sebagai pembuka acara diwakili oleh Tamhid Masyhudi dan Sulthon Amien. Rombongan keluarga mempelai pria diterima oleh Sulthon Amien yang mewakili keluarga mempelai wanita.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berbahagia telah dilimpahkan rezeki dan karunia-Nya sehingga hari ini dapat menikahkan putri kami, Adelia Happy Rizki Ramadhani. Semoga keluarga yang dibangun menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Sulthon Amien menyampaikan rasa syukur keluarga mempelai wanita.
Syafiq A Mughni Beri Nasihat Pernikahan
Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan tertib dengan dihadiri keluarga inti, kerabat, serta sejumlah tamu undangan. Adapun Para tamu undangan terlihat mengenakan busana berwarna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan doa dalam mengiringi awal perjalanan hidup baru kedua pasangan.
Pada kesempatan ini, Prof Syafiq A Mughni memberikan nasihat pernikahan. Ia mengingatkan ajaran Rasulullah saw. tentang dasar memilih pasangan hidup. Dalam hadis Nabi, disebutkan empat pertimbangan seseorang menikahi pasangan, yakni karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya.
Ia menjelaskan bahwa semua itu adalah hal yang wajar dipertimbangkan. Kendati demikian, agama harus menjadi landasan utama. “Rasulullah saw. berpesan agar memilih pasangan karena agamanya. Dengan landasan agama, rumah tangga akan lebih kokoh dalam menghadapi berbagai situasi, baik saat lapang maupun sempit,” ujarnya.
Ia juga berpesan bahwa kehidupan rumah tangga yang dibangun di atas iman, akhlak, dan komitmen bersama akan mengantarkan pasangan menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Hal itu juga menjadi bekal untuk menghadapi pasang surut kehidupan, baik dalam keadaan senang maupun susah.
Menurutnya, tidak ada satu pun kehidupan yang terbebas dari ujian. Maka agama menjadi pegangan utama agar rumah tangga tetap terjaga dalam kebahagiaan dan kasih sayang. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri.
“Doa adalah kekuatan orang beriman. Dengan iman, doa, dan komitmen bersama, pasangan suami istri Insya Allah akan mampu menghadapi setiap ujian kehidupan dan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” pesannya.














