MAKLUMAT — Pandawara menyoroti persoalan sampah di sungai melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka @pandawaragroup pada Senin (9/2/2026). Dalam unggahan itu, mereka memperlihatkan kondisi sebuah sungai yang kembali dipenuhi sampah, meski telah dibersihkan pada setahun sebelumnya.
Video tersebut menampilkan perbandingan kondisi sungai setelah proses pembersihan dan keadaan terkininya. Sungai yang sempat terlihat bersih dan mengalir normal kini kembali tertutup sampah di hampir seluruh permukaannya. Pandawara tidak menyebutkan lokasi sungai tersebut dalam unggahan itu.
“Tepat pada satu tahun yang lalu, kami habiskan 100 juta rupiah untuk membersihkan sungai ini. Kami kembalikan sungai ini menjadi normal dan menjadi seperti sungai pada umumnya. Dan hari ini, sungainya rusak kembali,” kata salah satu anggota Pandawara dalam video yang mereka unggah.
Melalui narasi dalam video, Pandawara menilai upaya pembersihan sungai yang mereka lakukan tidak diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat. Mereka menyebut kerusakan kembali terjadi karena kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih terus berlangsung.
“Kami membuang uang 100 juta rupiah secara tidak langsung. Kami kira ketika tahun lalu kami melakukan viralisasi dan revitalisasi sungai ini, seluruh elemen kalangan masyarakat akan sadar dengan apa yang kami perlihatkan ke kalian semua,” imbuhnya.
Pandawara juga menegaskan tidak akan kembali menggelar aksi bersih-bersih di lokasi tersebut. Mereka memilih untuk tidak mengulang pola lama yang mengandalkan aksi lapangan dan viralitas di media sosial.
“Kita tidak akan ajak kalian semua untuk clean up dan kita tidak akan memviralisasi kembali tempat ini. Tapi kita mengajak kalian semua untuk berpikir, menggunakan akal yang Tuhan berikan kepada kalian semua,” tandasnya.













