MAKLUMAT — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) memaparkan bahwa politik bisa menjadi instrumen dakwah yang efektif. Ia mencontohkan bagaimana Islam berkembang pesat ketika masuk ke ranah kekuasaan.
“Kalau kita lihat sejarah, Rasulullah itu melakukan dakwah kultural maupun dakwah struktural,” ujarnya saat memberikan keynote speaker Rapat Kerja Wilayah LHKP PWM Jatim di Mas Mansyur Hall Lantai 6 SMAMDA Tower, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya pada Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan dakwah struktural sebagai upaya memastikan implementasi nilai-nilai Islam ke dalam lembaga dan sistem kekuasaan. Contoh lain akan hal ini juga seperti pada proses kemerdekaan Indonesia.
Zulhas memaparkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu hasil ketika dakwah bersinggungan dengan politik. Oleh karenanya, ia menekankan agar politik hari ini tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa adanya aktor-aktor yang membawa nilai Islam di dalamnya.
Ia mendorong semua kalangan untuk tidak apatis terhadap politik. Dakwah politik, bukan sekadar upaya masuk ke kekuasaan, melainkan lebih dari itu. Ia juga menegaskan bahwa dakwah harus dibedakan dari politisasi agama yang hanya mengutamakan kepentingan jangka pendek.
Adapun dalam konteks Muhammadiyah, Zulhas berharap agar organisasi tetap berpegang pada nilai-nilai utama sekaligus menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk terjun sebagai kader bangsa. Ia menilai kader-kader Muhammadiyah memiliki posisi yang dipercaya dalam berbagai aspek.
“Cita-cita kita teologi Al-Maun ya itu. Kita harus setia dengan nilai, bukan orang. Kita setia dengan nilai-nilai yang kita yakini dalam teologi Al-Maun,” tegasnya.
Rakerwil LHKP PWM Jatim mengusung tema Meneguhkan Peran LHKP PWM Jatim dalam Mewujudkan Politik Kebangsaan yang Berkemajuan dan Berkeadaban. Ketua dan Sekretaris LHKP PDM se-Jatim hadir dalam acara tersebut, masing-masing membawa program unggulan yang menjadi fokus kerja mereka.













