Peneliti Adelaide Soroti Ekspektasi Berlebihan terhadap Lulusan Luar Negeri

MAKLUMAT — Peneliti Universitas Adelaide, Fatwa Adikusuma PhD mengajak publik menurunkan ekspektasi terhadap lulusan perguruan tinggi luar negeri. Selama ini banyak orang memandang pendidikan luar negeri sebagai jaminan kehebatan seseorang.

“Dulu aku ngira orang yang kuliah di luar negeri itu orang yang hebat-hebat banget,” katanya, melansir Instagram pribadinya @fatwa.adikusuma_phd pada Kamis (26/2/2026).

Ia mengaku memiliki pandangan tersebut sejak masih sekolah hingga kuliah S1. Saat itu, ia menempatkan mahasiswa luar negeri pada posisi yang lebih tinggi dan menganggap mereka pasti membawa perubahan besar ketika kembali ke Indonesia.

Namun pandangannya berubah setelah ia sendiri merasakan belajar di luar negeri dan berinteraksi dengan sesama mahasiswa Indonesia. Ada banyak faktor yang membuat seseorang mampu membuat sebuah perubahan, kuliah di luar negeri hanyalah salah satunya.

“Tapi sekarang pas aku udah ngalamin sendiri sekolah di luar negeri, dan ngeliat teman-teman Indonesia yang sekolah di luar negeri, ya ternyata ya kok biasa-biasa aja ya,” ujarnya.

Fatwa menjelaskan, pendidikan luar negeri memang memberikan banyak manfaat. Mahasiswa memperoleh ilmu sesuai bidangnya, memperluas wawasan, membangun pola pikir yang lebih terbuka, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, hingga menumbuhkan kepercayaan diri.

Meski demikian, ia menilai peningkatan itu tidak otomatis menjadikan seseorang sosok yang mampu mengubah keadaan secara drastis. “Emang orang yang sekolah kuliah di luar negeri, emang mereka naik tingkat lah, naik level. Banyak ilmu yang mereka dapat,” jelasnya.

Menurutnya ekspektasi publik kerap terlalu tinggi. Lulusan luar negeri sering dianggap pasti layak menjadi pemimpin, pengambil kebijakan, atau tokoh yang membawa perubahan besar.

“Jadi lulusan luar negeri itu gak ujub-ujub jadi orang yang dahsyat, hebat, dan bisa merubah wajah Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, banyak lulusan dalam negeri bahkan mereka yang tidak pernah belajar ke luar negeri tetap mampu memberi kontribusi signifikan. Ia menilai kualitas seseorang tidak semata ditentukan oleh label kampus asing.

“Kalau emang lulusan kuliah luar negeri itu sakti, dahsyat, terus hebat banget, ya itu banyak banget kan lulusan luar negeri yang udah di Indonesia ribuan. Dan kondisi negara kita masih bobrok-bobrok aja tuh,” ujarnya.​