Iran Klaim 650 Pasukan Amerika Jadi Korban, CENTCOM Konfirmasi 6 Personel AS Tewas

Asap membubung ke langit setelah terdengar suara ledakan di Manama, Bahrain, akibat serangan balasan Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di kawasan, Sabtu (28/2/2026). (Foto: tangkapan layar)

MAKLUMAT — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Selasa (3/3/2026), mengklaim lebih dari 650 personel militer Amerika Serikat (AS) tewas atau terluka dalam dua hari pertama operasi “True Promise 4” yang dilancarkan Iran sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

“Lebih dari 650 personel militer AS tewas atau terluka dalam dua hari pertama operasi pembalasan Iran “True Promise 4”, ketika pasukan Iran menargetkan pangkalan dan kapal perang Amerika di seluruh wilayah tersebut,” ujar Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, dilansir dari kantor berita Iran, Tasnim.

Tak cuma itu, IRGC juga menyebut bahwa serangan salvo rudal dan drone Iran terhadap aset-aset angkatan laut AS dan markas militer di Bahrain “memaksa mundurnya kapal induk USS Abraham Lincoln dari perairan pesisir Iran.”

Naeini menyebut bahwa pasukan Iran telah menimbulkan kerugian besar pada instalasi militer AS di wilayah sekitar Teluk Persia, sejak perang meletus.

Ia menuding pihak AS menyangkal fakta tersebut dengan cenderung meminimalkan jumlah korban dan kerugian yang diderita.

“Dalam dua hari pertama perang, 650 tentara Amerika tewas atau terluka,” kata Naeini, menambahkan bahwa “wajar bagi Amerika untuk menyangkal atau menyembunyikan korban jiwa ini,” tetapi menekankan bahwa intelijen Iran dan laporan medan perang mengkonfirmasi jumlah korban tersebut.

Baca Juga  Parlemen Iran Setujui Penutupan Selat Hormuz, Menanti Putusan Dewan Keamanan Nasional

Naeini menjelaskan bahwa rudal dan drone Iran telah berulang kali menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Dalam salah satu serangan, ia menyatakan, 160 personel AS tewas atau terluka ketika pasukan Iran menargetkan fasilitas militer Amerika penting di negara tersebut.

“Selain itu, kapal pendukung tempur MST Angkatan Laut AS mengalami kerusakan parah setelah terkena rudal angkatan laut Iran,” menurut laporan tersebut.

Naeini juga mengungkapkan bahwa pasukan angkatan laut Iran telah meluncurkan empat rudal jelajah ke USS Abraham Lincoln, yang berada sekitar 250 hingga 300 kilometer di lepas pantai Chabahar di Iran tenggara. Setelah serangan tersebut, kata Naeini, kapal induk itu “melarikan diri ke arah Samudra Hindia bagian tenggara.”

Operasi serangan balasan bersandin”True Promise 4” itu disebut Naeini sebagai respons signifikan dari pasukan militer Iran terhadap agresi berkelanjutan oleh rezim Zionis dan AS terhadap rakyat Iran.

Meski begitu, dalam pernyataan terakhirnya, AS menyebut kerugian terhadap fasilitasnya yang diserang Iran di kawasan Timur Tengah hanya kerusakan minor.

Dikutip dari TRT World pada Selasa (3/3/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jumlah personel militer AS yang tewas dalam tugas selama operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran sebanyak enam orang.

Baca Juga  Mojtaba Khamenei Minta Negara-negara di Kawasan Mengklarifikasi Posisi dan Tutup Pangkalan AS!

“Hingga 2 Maret, pukul 16.00, enam anggota layanan AS telah gugur dalam tugas. Pasukan AS baru-baru ini menemukan sisa-sisa dua anggota layanan yang sebelumnya tidak ditemukan dari fasilitas yang terkena serangan awal Iran di kawasan tersebut,” bunyi pernyataan resmi CENTCOM melalui platform X.

Selain korban jiwa, laporan sebelumnya mengindikasikan sedikitnya 18 anggota layanan AS telah terluka sejak serangan gabungan AS-Israel diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Di sisi sebaliknya,  Jumlah korban di pihak Iran dilaporkan mencapai lebih dari 780 orang, termasuk warga sipil.

Dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari kantor berita Tasnim, Palang Merah Iran melaporkan angka kematian mencapai 787 orang. “Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat pemboman.”

Sementara itu, dikutip dari Al Jazeera, pasukan militer gabungan AS-Israel “terus melakukan serangan terhadap Iran, termasuk serangan terhadap stasiun penyiaran negara Iran, sementara jumlah korban tewas meningkat menjadi 787 orang.”

Pasukan AS dan Israel juga mengintensifkan serangan udara terhadap sejumlah titik di wilayah Lebanon dan disebut “telah melancarkan serangan darat baru ke wilayah selatan negara itu.”