MAKLUMAT — Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Pranaya Yudha Mahardika mengajak kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Banyuwangi mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut dia, potensi pasar UMKM di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi, sangat besar dan menjanjikan.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim itu menilai Provinsi Jatim memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional, terutama di sektor pangan. Provinsi ini, kata dia, menyumbang sekitar 30 persen produksi padi nasional dan hampir 40 persen produksi jagung. Sementara itu, produksi gula dari Jawa Timur bahkan mendominasi pasar nasional hingga sekitar 50 persen.
“Jawa Timur juga menjadi sentra produksi telur, ayam, dan kopi. Potensi ini sangat besar untuk menarik investasi, terutama di sektor pangan,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu di hadapan lebih dari 100 kader AMM dalam kegiatan Sosialisasi Kewirausahaan dalam Rangka Pemberdayaan UMKM di Hall lantai 3 Kafe Hedon, Jalan Gajah Mada, Banyuwangi, Jumat (13/3) petang.
Pranaya juga mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan di Jatim. Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan sekaligus mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
“Program tersebut membutuhkan pasokan bahan pangan bergizi dalam jumlah besar, seperti telur, daging ayam, ikan, serta berbagai jenis sayur-mayur,” ungkapnya.
Anggota legislatif dari daerah pemilihan Jawa Timur IV yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso itu optimistis peluang usaha di sektor pangan akan terus berkembang pada 2026. Karena itu, Komisi C DPRD Jawa Timur berupaya mendorong penguatan investasi di sektor ketahanan pangan, termasuk melalui rencana pembentukan BUMD pangan.
“Pemanfaatan aset lahan milik pemerintah daerah maupun BUMN perlu dioptimalkan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta pengawasan yang ketat,” kata Pranaya.
Kepada para kader AMM, termasuk anggota Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) Banyuwangi, ia juga menjelaskan berbagai kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM di Jawa Timur.
Menurut dia, pelaku usaha dapat mengakses pinjaman modal melalui Bank UMKM maupun Bank Jatim dengan skema pembiayaan yang relatif ringan.
“Bunganya ringan dan persyaratannya cukup mudah. Bahkan jaminannya tidak harus bernilai besar, bisa menggunakan BPKB sepeda motor,” tandasnya.













