Libur Lebaran 2026 di Jember, Nikmati Event Disporabudpar Music & Culture di Tiga Lokasi

MAKLUMAT – Berencana menghabiskan libur Lebaran di Jember? Jangan khawatir, ada banyak pilihan destinasi wisata yang bisa dikunjungi.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember juga menyiapkan rangkaian kegiatan bertajuk Disporabudpar Music & Culture untuk mengisi libur Lebaran 2026. Program itu ditujukan untuk mendorong kunjungan wisata sekaligus menyediakan alternatif rekreasi bagi masyarakat.

Kegiatan akan digelar di tiga lokasi, yakni Pantai Watu Ulo, Pemandian Patemon, dan kawasan Rembangan. Agenda dibagi dalam dua konsep, yaitu “Pojok Budaya” yang menampilkan kesenian tradisional serta “Music Corner” yang menghadirkan pertunjukan musik dengan perpaduan unsur modern dan tradisional.

Rangkaian acara dimulai pada 23 Maret 2026 di Pantai Watu Ulo melalui Pojok Budaya pukul 14.00 WIB. Pada 24 Maret 2026, di lokasi yang sama, digelar Music Corner juga pada pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, Music Corner berlangsung di Pemandian Patemon pada 27 Maret 2026 pukul 08.00 WIB. Penutupan kegiatan dilaksanakan di Rembangan pada 28 Maret 2026 melalui Pojok Budaya mulai pukul 19.00 WIB.

Di Pojok Budaya, pengunjung akan disuguhi beragam kesenian tradisional khas Jember dan nusantara. Sementara itu, Music Corner menampilkan pertunjukan musik yang memadukan unsur modern dan tradisional, termasuk musik patrol sebagai bagian dari tradisi lokal.

Baca Juga  International Summer Course UMLA 2025: Transformasi Digital Jadi Kunci Sukses Desa Wisata

Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Farah Azmi mengatakan, kegiatan itu bertujuan membuka ruang apresiasi bagi pelaku seni sekaligus meningkatkan daya tarik wisata selama libur Lebaran.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat menikmati suasana Lebaran yang berbeda, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jember,” kata Farah.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi musisi lokal untuk tampil di ruang publik serta memperluas jangkauan karya mereka. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya di daerah.

Pemerintah daerah berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif rekreasi bagi masyarakat tanpa harus bepergian ke luar daerah. Juga, sekaligus mendorong kunjungan ke destinasi wisata lokal di Jember. (SPT)