Riyayan Hari Terakhir, Warga Padati Rumah Khofifah

Khofifah

MAKLUMAT — Ribuan warga memadati kediaman Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Jemursari, Surabaya, Senin (23/3/2026), pada hari terakhir gelaran riyayan Idulfitri 1447 H, meski arus silaturahmi telah berlangsung sejak pagi.

Warga dari berbagai kalangan datang silih berganti, antre tertib untuk bersalaman langsung dengan orang nomor satu di Jawa Timur itu. Banyak di antaranya hadir bersama keluarga, termasuk anak-anak yang ikut memeriahkan suasana dengan bernyanyi di tengah kerumunan.

Dengan ramah, Khofifah menyapa satu per satu warga. Ia juga melayani permintaan swafoto, menciptakan momen kedekatan yang hangat antara pemimpin dan masyarakat.

“Matur suwun atas kerawuhannya, selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Khofifah kepada warga.

UMKM Ikut “Kecipratan Rezeki”

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, riyayan ini juga menggerakkan ekonomi kecil. Berbagai hidangan disajikan oleh pelaku UMKM dan pedagang kaki lima, mulai dari soto ayam, tahu campur, bakso, mi ayam hingga nasi goreng.

Khofifah menyebut, makanan yang disediakan sengaja melibatkan pedagang sekitar Jemursari agar kegiatan ini sekaligus membantu menggerakkan ekonomi warga.

“Jadi sambil silaturahim, sambil ‘nglarisi’ dagangan dan berbagi rezeki,” katanya.

Baca Juga  Angkat Bicara Usai Diperiksa 8 Jam oleh KPK, Khofifah: Penyaluran Dana Hibah Sudah Sesuai Prosedur

Ia menegaskan, tradisi riyayan di kediaman pribadinya ini bertujuan mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Dengan bersalaman langsung dengan masyarakat, Insya Allah mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Warga: Pengalaman Berkesan

Bagi sebagian warga, momen ini menjadi pengalaman pertama yang berkesan. Andiah, warga Bendul Merisi, mengaku baru pertama kali datang setelah pulang mudik.

“Alhamdulillah tadi saya nunut tetangga untuk silaturahim di rumah Ibu Gubernur. Mudah-mudahan tahun depan bisa ke sini lagi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ida, warga Tambaksari, yang datang bersama suami dan anaknya. Ia mengaku senang bisa ikut riyayan meski suasana ramai.

“Senang sekali, walaupun ramai tapi alhamdulillah bisa dapat sangu dan bingkisan juga dari Ibu Khofifah,” tuturnya.

Warga berharap tradisi ini terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang sebagai ruang kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat.

Suasana riyayan pun berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, menegaskan bahwa Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum merawat kedekatan sosial di tengah masyarakat.***