MAKLUMAT – Penyuka wisata yang menantang adrenalin punya pilihan destinasi baru di Kabupaten Jember. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember memperkenalkan wisata canyoneering.
Aktivitas itu dapat dinikmati di kawasan Air Terjun Klungkung, Kecamatan Sukorambi, serta Air Terjun Andongrejo, Kecamatan Tempurejo. Konsep canyoneering menggabungkan olahraga alam dengan eksplorasi air terjun.
Pengunjung akan diajak menuruni tebing menggunakan teknik khusus dengan perlengkapan keselamatan standar. Paket wisata tersebut ditawarkan dalam dua pilihan, yakni canyoneering seharga Rp 195 ribu dan zip-canyon Rp 175 ribu.
Pengelola menyebutkan, harga tersebut sudah mencakup berbagai fasilitas. Mulai perlengkapan safety, pendampingan pemandu profesional, tiket masuk kawasan, hingga dokumentasi kegiatan. Selain itu, peserta mendapatkan konsumsi ringan dan cenderamata.
Kepala Disporabudpar Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, kehadiran canyoneering merupakan bagian dari pengembangan sport tourism di daerah. Menurutnya, wisata berbasis olahraga dan alam memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan, terutama kalangan muda.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi hadirnya canyoneering ini sebagai bagian dari sport tourism di Jember. Ini menjadi inovasi baru dalam pengembangan pariwisata berbasis olahraga dan alam,” ujarnya.
Ia menambahkan, tren pariwisata saat ini tidak lagi hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga pengalaman yang menantang dan interaktif. Karena itu, pengembangan wisata minat khusus seperti canyoneering dinilai relevan dengan kebutuhan pasar.
Meski demikian, Disporabudpar menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam operasional wisata tersebut. Seluruh aktivitas diwajibkan mengikuti standar keamanan, termasuk penggunaan perlengkapan yang sesuai dan pendampingan oleh pemandu terlatih.
Saat ini kegiatan canyoneering masih dibatasi hanya pada hari Minggu. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan kesiapan teknis dan faktor keselamatan tetap terjaga.
Di sisi lain, kehadiran wisata itu juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan warga dalam penyediaan jasa pendukung, seperti pemandu, konsumsi, hingga suvenir, dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.
Dengan peluncuran canyoneering, Jember berupaya memperluas pilihan destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga pengalaman petualangan yang menantang. Namun, keberlanjutan program itu akan sangat bergantung pada konsistensi pengelolaan serta komitmen terhadap keselamatan dan pelestarian lingkungan. (SPT)














