MAKLUMAT — Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup, namun arus balik Lebaran belum sepenuhnya usai dan masih berpotensi mengalami gelombang lanjutan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan, meski operasi berakhir, pengamanan tetap dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” ujar Agus di Semarang, Rabu (25/3/2026) malam.
Polri memprediksi arus balik belum mencapai titik akhir. Aktivitas masyarakat yang masih bersilaturahmi membuat lalu lintas di sejumlah wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya tetap padat. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, petugas masih disiagakan di lima klaster pengamanan, yakni jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata. Rekayasa lalu lintas juga tetap diberlakukan secara situasional, mulai dari skema one way hingga contraflow di sejumlah ruas Tol Trans Jawa. “Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” kata Agus dikutip dari laman Korlantas Polri.
Volume Kendaraan Masih Tinggi
Data PT Jasa Marga menunjukkan arus kendaraan masih tinggi dan belum mencapai keseluruhan proyeksi. Tercatat sebanyak 1.692.528 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode 11–19 Maret 2026. Angka tersebut meningkat 32,1 persen dibandingkan kondisi normal dan baru mencapai 48 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode Lebaran.
Distribusi kendaraan didominasi arah timur menuju Trans Jawa dan Bandung sebesar 54,6 persen, disusul arah barat 26 persen dan selatan 19,4 persen. Lonjakan signifikan terjadi di jalur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama yang mencapai 621.366 kendaraan atau naik 145,5 persen dari kondisi normal.
Pada H-2 Lebaran, volume lalu lintas bahkan mencapai 208.825 kendaraan, meningkat 48,2 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Kecelakaan Turun, Waspada Tetap Diperlukan
Di tengah tingginya mobilitas, angka kecelakaan justru menurun. Selama Operasi Ketupat 2026, fatalitas korban kecelakaan turun 30,89 persen dan jumlah kejadian kecelakaan berkurang 5,75 persen. Meski demikian, aparat tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kewaspadaan, terutama pada fase arus balik lanjutan yang rawan kelelahan dan kepadatan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan pihaknya tetap menyiagakan layanan operasional selama 24 jam, termasuk posko siaga dan kanal informasi real time bagi pengguna jalan.Pengendara diimbau memastikan kondisi kendaraan prima, cukup istirahat di rest area, serta mematuhi rambu dan arahan petugas.
Operasi boleh berakhir, tetapi perjalanan belum benar-benar selesai. Di sisa arus balik ini, kewaspadaan menjadi kunci keselamatan. *













