Sekjen PBB António Guterres Desak Hentikan Perang Timur Tengah

Sekjen PBB

MAKLUMAT — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menegaskan konflik di Timur Tengah telah melampaui batas kendali hanya beberapa minggu setelah pecahnya perang. Dalam keterangan resmi dikutip pada Kamis (26/3/2026) WIB, Guterres memperingatkan bahwa eskalasi yang terus meningkat berpotensi memicu perang lebih luas, memperdalam penderitaan manusia, serta mengguncang ekonomi global. “Ini sudah terlalu jauh,” kata Guterres, menyerukan agar semua pihak menghentikan eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi serta hukum internasional.

Guterres menyebut sejumlah inisiatif dialog dan perdamaian tengah berlangsung dan harus berhasil. Ia juga menunjuk Jean Arnault sebagai utusan pribadi untuk memimpin upaya PBB dalam meredakan konflik.

Pesan tegas disampaikan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk segera mengakhiri perang, seiring meningkatnya korban sipil dan dampak ekonomi global. Di sisi lain, Iran diminta menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Dewan Keamanan PBB, lanjutnya, telah mengutuk serangan dan menuntut penghentian aksi militer, termasuk menegaskan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di jalur strategis seperti Selat Hormuz. Penutupan jalur tersebut dinilai berisiko menghambat distribusi minyak, gas, dan pupuk di tengah masa krusial musim tanam global.

Baca Juga  Israel Bebaskan Tahanan Gaza Usai Berbulan-bulan Alami Siksaan

Dampak Meluas, Sipil Jadi Korban

Di berbagai wilayah, warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak. Ketidakamanan meningkat, operasi kemanusiaan terbatas, dan tekanan ekonomi semakin terasa, terutama bagi negara-negara berkembang. Guterres mengaku menyaksikan langsung dampak tersebut saat kunjungan ke Lebanon.

Ia menegaskan konflik di kawasan itu juga harus dihentikan, dengan mendesak Hizbullah menghentikan serangan ke Israel dan Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon. “Model Gaza tidak boleh terulang di Lebanon,” ujarnya. Di tengah gejolak pasar global, ia menekankan bahwa kelompok paling rentan menjadi pihak yang paling menderita akibat konflik yang bukan mereka sebabkan.

Seruan Tegas: Akhiri Perang

Guterres menegaskan bahwa sistem PBB terus berupaya meminimalkan dampak perang, namun solusi paling efektif tetap satu: menghentikan konflik segera. “Perang bukanlah jawabannya. Diplomasi adalah jalan keluarnya. Perdamaian adalah jalan keluarnya,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa PBB terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai. Konflik yang terus berlanjut, menurutnya, hanya akan membawa konsekuensi yang semakin menghancurkan bagi kawasan maupun dunia. *