MAKLUMAT – Suara hentakan drum dan denting alat musik masih menggema dari GOR PKPSO Kaliwates setiap akhir pekan. Di lokasi itu, ratusan atlet Jember Marching Band (JMB) terus mematangkan persiapan menghadapi dua agenda besar tahun ini. Yakni, Asian Music Games 2026 di Malaysia serta Porprov III Jawa Timur di Jember.
Sebanyak 121 atlet mengikuti program pemusatan latihan (training center/TC). Mereka merupakan hasil rekrutmen dari berbagai sekolah di Jember. Mulai tingkat SMP dan MTs hingga SMA dan SMK. Selama bulan Ramadan, latihan tetap berlangsung enam hari dalam sepekan, Selasa hingga Minggu, pada malam hari.
Ketua JMB Tri Basuki mengatakan, semangat para atlet tetap terjaga meskipun sebagian besar menjalankan ibadah puasa. Program latihan disesuaikan baik dari sisi waktu maupun intensitas.
“Sebagian besar atlet yang telah direkrut tetap berlatih selama bulan puasa,” ujarnya.
Menurut Tri, selama Ramadan materi latihan difokuskan pada penguatan teknik memainkan alat marching band. Sementara itu, latihan fisik dengan intensitas tinggi ditunda hingga setelah Idulfitri guna menjaga kondisi atlet.
Ia menegaskan, JMB menargetkan mampu mempertahankan capaian pada berbagai ajang yang akan diikuti. Tahun sebelumnya, JMB berhasil meraih gelar juara umum dalam kompetisi internasional di Malaysia.
“Target kami jelas, mempertahankan prestasi. Dengan persiapan yang terus berjalan, kami optimistis dapat kembali mengharumkan nama Jember di tingkat nasional maupun internasional,” kata Tri.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember Bobby Arie Sandy menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat pembinaan sebagai bagian dari upaya mendorong prestasi atlet.
Menurut Bobby, keikutsertaan JMB tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah melalui sport tourism dan seni pertunjukan.
“Jember Marching Band merupakan aset kebanggaan daerah. Mereka membawa nama Jember sekaligus Indonesia. Kami memberikan dukungan penuh, baik dalam pembinaan maupun motivasi,” ujarnya, Jum’at (27/3/2026).
Ia menambahkan, pengalaman meraih juara umum dalam Malaysia World Band Competition 2025 menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di tingkat Asia. Dengan kekuatan lebih dari seratus atlet, peluang untuk kembali mengukir prestasi dinilai terbuka lebar.
“Target minimal mempertahankan capaian, bahkan meningkat dengan meraih medali emas,” kata Bobby.
Selain aspek teknis dan kreativitas, ia menekankan pentingnya kesiapan mental bertanding. Kompetisi internasional, menurut dia, menuntut konsistensi, disiplin, dan daya tahan tinggi.
Dengan waktu persiapan yang masih tersisa beberapa bulan, Pemerintah Kabupaten Jember berharap JMB kembali mencatatkan prestasi sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berkiprah di bidang olahraga dan seni. (SPT)














