MAKLUMAT — Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengajarkan keagungan memaafkan yang kerap dilakukan pada momentum lebaran Idulfitri, melalui agenda Halal Bihalal yang diselenggarakan pada Senin (30/03/2026) di Masjid Al-Mufidah.
Secara umum, memang rangkaian Halal Bihalal cenderung bersalaman dan saling memafkan, namun tidak sedikit kalangan siswa belum memahami makna memaafkan, kepada siapa saja meminta maaf, hingga apa yang diucapkan.
Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Norma Setyaningrum MPd, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lebaran tidak sekedar berkumpul bersama dan bersalaman saja, tetapi Rasulullah Saw mengajarkan ketika bertemu sesama muslim sebaiknya mengucapkan taqabballahu minna waminkum, yang di dalamnya memuat doa kebaikan yang juga berkaitan dengan kegiatan selama bulan Ramadan.
Secara interaktif, Norma mengajak seluruh siswa yang hadir untuk mendalami makna kalimat “taqaballahu minna wa minkum”, yang berarti “Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian”.
Ucapan tersebut, kata dia, mengajarkan tentang kepedulian antar sesama dalam bentuk saling mendoakan. Menurutnya, doa yang akan mudah dikabulkan oleh Allah Swt, salah satunya dengan saling memaafkan sesama.
“Dengan memaafkan merupakan salah satu jalan bagi seseorang yang akan Allah Swt muliakan hidupnya, baik di sunia maupun di akhirat” ujarnya.
Lebih lanjut, Norma menambahkan bahwa atas segala kesalahan orang lain, sebaiknya tanpa perlu menunggu seseorang meminta kita untuk dimaafkan.
“Sebaiknya dari kita sendiri sudah memaafkan dengan berlapang dada, menerima segala takdir, dan sabar, sehingga ujian atas segala urusan di dunia dan akhirat akan Allah mudahkan. Selain itu, dapat terhindar dari segala penyakit, termasuk penyakit hati,” jelasnya.
“Memaafkan sama halnya kita menurunkan egois dan balas dendam, seseorang yang terkunci karena rasa dendam akan selalu ada beban pikiran yang menyebabkan stres, dilema, bahkan polemik dalam hidupnya, sehingga dapat berdampak pada penyakit tubuh” sambung Norma.
Rangkaian Halal Bihalal diakhiri dengan saling bersalaman antara guru dengan siswa, serta dibimbing untuk mengucapkan kalimat yang sudah disampaikan di awal. Agenda tersebut menunjukan bahwa SD Muhammadiyah 24 Surabaya sebagai basis sekolah karakter yang teguh berlandaskan nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
Membangun generasi dengan karakter islam dapat diupayakan dari hal kecil seperti memaafkan antarsesama, sebab banyak manfaat yang diperoleh, baik segi sosial, kesehatan, bahkan kemuliaah yang Allah Swt janjikan dan berikan.













