Syawalan 1447 H, Muhammadiyah Bondowoso Resmikan Enam Amal Usaha Strategis

Peresmian Gedung Dakwah Muhammadiyah Bondowoso oleh Ketua PWM Jatim Prof Dr dr Sukadiono MM, menjadi simbol penguatan dakwah berkemajuan dan komitmen pelayanan umat, Ahad, 5/4/2026. (Foto: Aris/ IST)

MAKLUMAT — Momentum Syawalan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bondowoso untuk meneguhkan gerakan dakwah berkemajuan melalui peresmian enam amal usaha strategis, pada Ahad (5/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Huda Bondowoso tersebut menjadi simbol konsolidasi gerakan sekaligus wujud nyata kontribusi Muhammadiyah dalam pelayanan umat di berbagai bidang kehidupan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr dr Sukadiono MM, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai langkah PDM Bondowoso sebagai bentuk nyata dari semangat tajdid dan keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.

“Ini forum yang luar biasa. Saya tidak menyangka Syawalan ini diiringi dengan peresmian enam amal usaha. Ini menunjukkan Muhammadiyah terus bergerak dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus agar pencapaian tersebut menjadi inspirasi dan diikuti pimpinan Muhammadiyah di daerah-daerah lainnya.

“Sukses untuk PDM Kabupaten Bondowoso. Insyaallah ini bisa menjadi inspirasi bagi PDM-PDM yang lain. Jadi ini tanpa mengeluh, bukan menyerah dengan kondisi, tetapi tetap berjuang membangun jejaring,” ungkapnya.

Menurut Sukadiono, kekuatan jejaring dan partisipasi umat menjadi kunci berkembangnya amal usaha Muhammadiyah (AUM).

“Hal ini dibuktikan dengan adanya wakaf ke PDM yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan gedung dakwah dan apotek ini,” tambah pria yang juga menjabat Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK RI itu.

Baca Juga  Akademisi PTMA Jangan Berjarak dari Realitas: Temuan Ilmiah Harus Menyentuh Kebenaran Objektif

Ia menegaskan bahwa masa depan Muhammadiyah ditentukan oleh kemampuan menghadirkan inovasi dalam gerakan dakwah.

“Masa depan itu bukan proyeksi masa lalu, tetapi hasil dari imajinasi dan inovasi yang tiada henti,” tandas Sukadiono, yang juga pernah menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Adapun enam fasilitas dan amal usaha di lingkungan PDM Bondowoso yang diresmikan meliputi Gedung Dakwah Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo, Apotek Mentari Farma dr Rauf Bondowoso, Gedung Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Gedung Kantor Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 02 Bondowoso, serta renovasi Masjid Al Huda Bondowoso.

Ketua PDM Bondowoso, Muhammad Malik, menyampaikan bahwa Syawalan bukan sekadar tradisi silaturahmi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi gerakan dan memperluas jangkauan dakwah.

“Syawalan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan persyarikatan harus dilandasi semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas elemen.

“Kita membangun persyarikatan dengan kebersamaan, sekaligus memperluas jejaring agar dakwah Muhammadiyah semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, amal usaha Muhammadiyah merupakan instrumen penting dalam menghadirkan Islam yang berkemajuan. “Harapannya, seluruh amal usaha ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” tandas Malik.

Baca Juga  Simak Catatan Penting dan Saran Ketua LHKP PWM Jatim di Hari Buruh 2025

Sejalan dengan itu, penguatan sektor kesehatan juga menjadi perhatian penting. Keberadaan apotek tersebut diharapkan menjadi embrio pengembangan layanan kesehatan yang lebih luas, seperti klinik hingga rumah sakit Muhammadiyah di masa mendatang.

Hal ini selaras dengan peran strategis Muhammadiyah secara nasional yang telah mengembangkan berbagai amal usaha di bidang kesehatan, mulai dari apotek, klinik, hingga rumah sakit sebagai bagian dari dakwah pelayanan.

Sebagai informasi, perkembangan amal usaha Muhammadiyah di Jawa Timur, khususnya di sektor kesehatan, Muhammadiyah telah memiliki sekitar 38 rumah sakit dan sekitar 50 klinik, baik rawat inap maupun klinik pratama. Sementara untuk apotek, baru ada dua, yaitu di Situbondo dan Bondowoso.

Kegiatan Syawalan tersebut diikuti oleh seluruh unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Bondowoso, mulai dari tingkat daerah hingga ranting, termasuk majelis, lembaga, organisasi otonom, serta amal usaha. Hadir pula keluarga wakif, dr. Abdul Rauf.

Melalui momentum Syawalan ini, Muhammadiyah Bondowoso meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan berkemajuan bagi umat dan bangsa, sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan.