Gus Ulib Desak Bersih-Bersih Panitia Muktamar NU 2026, Soroti Konflik Kepentingan hingga Figur Ketua

nu

MAKLUMAT— Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, KH Zainul Ibad Wijaya As’ad atau Gus Ulib mendesak pembenahan total struktur panitia menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026.

Ia menilai kualitas hasil muktamar sangat ditentukan oleh integritas penyelenggara. Karena itu, panitia harus bersih dari kepentingan politik maupun bisnis yang berpotensi mencederai proses pengambilan keputusan.

“Keberhasilan muktamar sangat bergantung pada penyelenggaranya. Jika panitia bersih, hasilnya juga akan baik,” tegas Gus Ulib, dikutip Jumat (10/4/2026).

Gus Ulib menyoroti adanya indikasi konflik kepentingan dalam pembentukan panitia. Ia mengkritik pihak-pihak yang justru aktif menawarkan diri untuk menduduki posisi strategis, yang berpotensi merusak netralitas forum.

Menurutnya, panitia harus “disterilkan” dari intervensi berbagai kepentingan, termasuk praktik politik transaksional dan pengaruh bisnis seperti sektor tambang yang dinilai tidak relevan dengan kepentingan organisasi.

Ia juga secara terbuka mengkritik penunjukan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai ketua panitia. Gus Ulib mengaku pesimis jika kepemimpinan panitia tetap berada di tangan figur yang sama.

“Kalau dibiarkan, ini seperti menyerahkan sapi kepada tukang jagal—hasilnya sudah bisa ditebak,” tandasnya.

Gus Ulib mengingatkan agar warga NU tidak kembali menjadi korban dari proses yang tidak transparan. Ia mendorong terbentuknya panitia yang independen, profesional, dan berorientasi pada kepentingan umat.

Baca Juga  Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

“Panitia harus lebih waras, lebih bersih, dan lebih bertanggung jawab,” cetusnya.

Pernyataan Gus Ulib mencerminkan meningkatnya kegelisahan internal menjelang Muktamar NU. Kritik yang disampaikan tidak sekadar teknis kepanitiaan, tetapi menyentuh isu yang lebih fundamental, yakni krisis kepercayaan terhadap netralitas penyelenggara.