Skuad Muda Timnas Indonesia Jadi Runner-up AFF Futsal 2026, Tuan Rumah Thailand Rebut Gelar Juara

Pemain Timnas Futsal Indonesia Andrias Kareth (kanan, jersey putih-putih) berjibaku dengan pemain Thailand di laga final ASEAN Futsal Championship 2026 alias Piala AFF Futsal, yang digelar di Nonthaburi Hall, Thailand, pada Ahad (12/4/2026). (Foto: @futsalthailand_official)

MAKLUMAT — Timnas Futsal Indonesia harus puas menjadi runner-up dalam ASEAN Futsal Championship alias Piala AFF Futsal 2026, usai ditundukkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 1-2 di laga final, Ahad (12/4/2026).

Gelar juara tersebut menjadi yang ke-17 bagi Thailand dalam 19 kali edisi Piala AFF Futsal. Sementara Indonesia meraih dua gelar juara, yakni pada edisi tahun 2010 dan tahun 2024. Sejak pertama kali diselenggarakan hanya Thailand dan Indonesia yang pernah menjadi juara ajang akbar futsal se-Konfederasi Asia Tenggara itu.

Turnamen AFF Futsal 2026 kali ini, coach Hector Souto membawa komposisi pemain yang berbeda dibandingkan dengan skuad yang dibawanya ketika berhasil merengkuh runner-up Piala Asia Futsal beberapa bulan lalu. Ia membawa cukup banyak pemain muda, yang diharapkan dapat mengasah dan menambah jam terbang internasional mereka, sehingga regenerasi Timnas Futsal semakin terjaga.

Meski membawa skuad yang relatif muda dan baru, tim asuhan coach Hector Souto mampu tampil impresif dan melebihi ekspektasi, dengan menjadi juara di fase grup dan mampu lolos hingga ke partai puncak untuk menantang tuan rumah dan langganan juara Thailand.

Baca Juga  Roem-Royen: Diplomasi yang Menyelamatkan Indonesia

Final antara Indonesia melawan Thailand sendiri merupakan partai final Piala AFF Futsal kelima yang mempertemukan keduanya, sekaligus laga ke-23 di semua ajang.

Dalam laga yang digelar di Nonthaburi Hall, Thailand, Timnas Futsal Indonesia memainkan starting line-up yang berisi Angga Ariansyah, Dewa Rizki Amanda, Guntur Sulistyo, Andrias Kareth, dan Andres Dwi Persada.

Laga langsung berlangsung sengit sejak peluit kick-off dibunyikan wasit asal Jepang. Kedua tim saling jual-beli serangan berbahaya. Kebuntuan pecah ketika Timnas Indonesia berhasil unggul lebih dulu melalui sepakan Andres Dwi Persada pada menit ke-16, memanfaatkan skema sepakan ke dalam yang berhasil mengecoh para pemain Thailand.

Usai kebobolan, tuan rumah semakin mengintensifkan serangan. Namun skuad Garuda juga tak gentar. Tercatat Andrias Kareth dkk berhasil menciptakan beberapa peluang, meskipun masih gagal menjaringkan gol kedua.

Aksi saling jual-beli serangan berujung pada Thailand yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 tepat di penghujung babak pertama, melalui Itticha Prapan lewat eksekusi penalti titik kedua alias second penalty, usai akumulasi 6 pelanggaran yang dilakukan Timnas Indonesia.

Paruh kedua, petaka bagi Timnas Futsal Indonesia datang di sekitar pertengahan babak kedua, saat Thailand berhasil berbalik unggul 1-2 melalui gol yang dicetak Kittiphanuong.

Baca Juga  Indonesia Menatap Masa Depan

Merespons ketertinggalan, Dewa Rizki dkk meningkatkan intensitas serangan dan berhasil menciptakan banyak peluang. Coach Hector Souto juga memainkan skema power play di sekitar 5 menit terakhir pertandingan. Namun penyelesaian akhir yang masih kurang sempurna dan tembok pertahanan kokoh Thailand membuat skor 1-2 bertahan hingga akhir laga.

Dengan hasil tersebut, Timnas Indonesia harus merelakan gelar juara Piala AFF Futsal yang diraihnya pada edisi 2024 direbut kembali oleh Thailand pada edisi 2026 ini. Meski menelan kekalahan dan gagal keluar sebagai juara, coach Hector Souto mengaku tetap bangga dengan performa anak asuhnya.