Muhammadiyah Resmi Punya PRM UGM, Ini Awal Mula Pembentukannya

PRM UGM

MAKLUMAT — Muhammadiyah resmi memiliki Pimpinan Ranting Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada (PRM UGM), Yogyakarta.

Pengukuhan PRM UGM dilakukan dalam acara syawalan yang dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, di Ruang Bulaksumur, University Club Hotel UGM, Selasa (15/4).

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperluas dakwah di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat syiar Islam yang mencerahkan dan memajukan.

Dakwah Muhammadiyah di Kampus UGM

Dalam sambutannya, Haedar menegaskan bahwa kampus memiliki karakter berbeda dibanding ranting berbasis teritorial. Karena itu, pendekatan dakwah perlu menyesuaikan dengan dinamika lingkungan akademik.

“Kampus adalah ruang yang dinamis. Muhammadiyah harus hadir sebagai rumah besar bagi semua,” ujar Prof. Haedar Nashir dikutip dari laman Muhammadiyah.

Ia menambahkan, penguatan dakwah di kampus harus menghadirkan kenyamanan, memperkuat relasi, serta menumbuhkan nilai inklusivitas.

Iqra Jadi Fondasi Peradaban Islam

Haedar juga menekankan bahwa semangat Iqra menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan keimanan.

Menurutnya, Muhammadiyah perlu terus menghadirkan peradaban alternatif di tengah arus global, tanpa meninggalkan misi utama mencerdaskan umat dan bangsa.

“Dari komunitas hingga kampus, kita harus terus mencerdaskan umat dan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga  PP Muhammadiyah Soroti Kelemahan Bidang Hukum dan HAM, Dorong Agenda Konkret Tahun 2025

Ia juga mengingatkan pentingnya kejernihan berpikir di tengah tantangan era modern, termasuk dampak politik praktis yang dapat memecah cara pandang.

Selain itu, media sosial dinilai memiliki dua sisi: sarana edukasi sekaligus potensi penyebaran informasi menyesatkan. Karena itu, kader Muhammadiyah diminta lebih selektif dalam menerima informasi.

Awal Mula Dibentuk

Melansir Suara Aisyiyah (3 September 2024), pembentukan PRM UGM telah dirintis sejak sekitar tiga tahun lalu hingga akhirnya resmi terbentuk setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) Pendirian dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman pada Ahad (25/8).

Setelah SK terbit, PRM UGM langsung melakukan konsolidasi internal serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, Sleman.

Sekretaris Embrio PRM UGM, Nurhadi, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah melengkapi struktur kepengurusan serta menghimpun anggota yang selama ini belum memiliki wadah resmi.

PRM UGM juga telah menyusun sejumlah program kerja untuk memperkuat eksistensi Muhammadiyah di lingkungan kampus.

Ke depan, PRM UGM direncanakan melibatkan perwakilan dari 20 fakultas di UGM, yang mencakup dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, dengan estimasi sekitar 40 orang dalam struktur pimpinan.

Baca Juga  Penyesuaian Penetapan 1 Ramadan 1447 H, Begini Penjelasan Lengkap dan Ilmiah PP Muhammadiyah

Pendirian PRM UGM merupakan bagian dari program LPCR PM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta untuk memperluas jangkauan dakwah berbasis komunitas di lingkungan pendidikan tinggi.***