Transformasi Smart City Guangzhou, Jadi Referensi Pengembangan Umsida

Rombongan Muhammadiyah Jawa Timur saat mengunjungi Guangzhou Urban Planning Exhibition Center, Rabu (16/4/2026) lalu. (Foto: Humas Umsida)

MAKLUMAT — Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh MSi bersama salah seorang dosen Kedokteran Gigi Umsida, drg Tontowi Ashari MM, dan 29 rombongan Muhammadiyah Jawa Timur melakukan kunjungan ke Guangzhou Urban Planning Exhibition Center pada Rabu (16/4/2026).

Rombongan melihat secara langsung transformasi kota Guangzhou yang kini berkembang menjadi smart city modern. Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapatkan gambaran tentang perjalanan Guangzhou dari kota kuno hingga menjadi megapolitan dengan lebih dari 18 juta penduduk.

Rektor Umsida mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan inspirasi dalam perencanaan pembangunan berbasis teknologi. “Dari kunjungan ini kami merasa senang dan terinspirasi tentang transformasi tata kota modern berbasis smart city yang ada di Guangzhou,” terangnya.

Transformasi Smart City Guangzhou

Transformasi smart city Guangzhou tidak terjadi secara instan, melainkan melalui kebijakan dan perencanaan yang matang. “Dari kunjungan ini kami tahu bagaimana merancang dan mewujudkannya, dari Guangzhou kuno hingga kini menjadi megapolitan modern dengan penghuni lebih dari 18 juta penduduk,” tutur Dr Hidayatulloh.

Transformasi Guangzhou, imbuhnya, dilakukan dengan kebijakan dan perencanaan yang sangat detail dan serius. Menurutnya, setidaknya ditandai oleh empat hal penting, yakni perencanaan tata kota terintegrasi, kesiapan SDM yang memadai, pemanfaatan teknologi modern, serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dan terukur.

Baca Juga  Apresiasi Pencapaian Umsida di SINTA Score, Sekda Sidoarjo Tegaskan Siap Kolaborasi

Melalui tayangan video di studio sinema interaktif, rombongan diajak memahami proses transformasi Guangzhou secara imersif. Video tersebut menampilkan perjalanan Guangzhou mulai dari jalur sutra maritim, perkembangan kota modern, hingga visi masa depan berbasis teknologi.

“Di studio ini kami merasakan pengalaman yang berbeda, karena studio ini dilengkapi dengan teknologi interactive seat,” ungkap pria yang juga menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu.

Hidayatulloh menilai, pendekatan ini menunjukkan pentingnya konsistensi dalam pembangunan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Guangzhou tidak lepas dari komitmen kuat dalam menjalankan perencanaan secara disiplin.

Maket Raksasa Guangzhou: Referensi Perencanaan

Setelah melihat transformasi Kota Guangzhou dengan segala kecanggihannya, Hidayatulloh juga diajak melihat maket raksasa kota Guangzhou. Di dalamnya terlihat jelas kawasan bisnis dan industri modern, infrastruktur transportasi bawah tanah, zona industri hijau, hingga kawasan permukiman.

Maket tersebut dilengkapi dengan layar LED berukuran besar dan pencahayaan teatrikal yang memperlihatkan strategi pembangunan kota dengan konsep expansion, optimization, and integration.

Menurut Hidayatulloh, visualisasi ini sangat membantu dalam memahami bagaimana sebuah kota dirancang secara menyeluruh. Ia menyebut pendekatan tersebut bisa menjadi referensi dalam pengembangan wilayah berbasis teknologi di Indonesia.

Baca Juga  Tentang Uji Klinis Vaksin TBC M72 dan Komitmen Umsida Atasi Tuberkulosis

Dari kunjungan ini, Umsida juga melakukan refleksi terhadap sistem perencanaan yang telah dimiliki. “Dalam skala mikro, Umsida juga sudah memulai melakukan hal serupa, yaitu kita telah menetapkan Visi selama 20 tahun yakni sejak 2018 hingga 2038 dan diturunkan dalam 5 tonggak capaian (milestone),” jelasnya.

Secara operasional, lanjutnya, Umsida juga telah menyusun rencana jangka panjang melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP) 20 tahun yang kemudian diturunkan menjadi Rencana Strategis (Renstra) empat tahunan, hingga Rencana Operasional (Renop) tahunan.

Namun demikian, ia mengakui masih diperlukan penguatan implementasi agar perencanaan tersebut semakin terstruktur dan terukur. “Setelah melihat transformasi smart city Guangzhou ini, ada keinginan kuat untuk membuat rencana pengembangan yang lebih terstruktur dan terukur di Umsida,” tandas Hidayatulloh.