MAKLUMAT — Pemerintah membuka secara bertahap Stasiun Bekasi Timur sambil menunggu clearance Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek menewaskan 15 penumpang. Pemerintah menempatkan keselamatan sebagai syarat utama sebelum layanan kembali normal di lintas Jabodetabek.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, Kementerian Perhubungan hanya akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek dari arah Cikarang dan Bekasi Timur setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
“Apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini, kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek dari Cikarang dan Bekasi Timur. Saat ini kami masih dalam tahap uji rel, persinyalan, dan lainnya. Yang paling utama adalah keselamatan,” ujar Dudy di Stasiun KA Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Pemerintah juga memperbarui data korban dalam insiden tersebut. Total korban mencapai 106 penumpang. Sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, 38 korban luka sudah kembali ke rumah setelah perawatan medis.
Jalur Mulai Pulih
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan pemulihan jalur berlangsung bertahap sejak sehari setelah insiden. Jalur hilir kembali beroperasi pada Selasa (28/4) pukul 01.30 WIB dan memungkinkan kereta jarak jauh dari arah timur melintas. Sementara itu, petugas membersihkan jalur hulu hingga tuntas pada Rabu (29/4) pukul 02.00 WIB.
“Kami bersama KNKT memastikan jalur ini aman untuk kereta jarak jauh, meski masih memberlakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam di area stasiun,” kata Bobby.
Kemenhub bersama PT KAI juga membuka dua posko tanggap darurat di Stasiun KA Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama 14 hari untuk melayani korban dan keluarga terdampak.
Kronologi Direvisi
Kementerian Perhubungan merevisi kronologi awal berdasarkan hasil verifikasi lapangan. Insiden bermula saat KRL relasi Cikarang–Jakarta tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Rangkaian kemudian dievakuasi dan statusnya berubah menjadi Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5181 karena tidak beroperasi sesuai jadwal reguler.
Petugas kemudian menghentikan rangkaian KRL lain, PLB 5568, di peron Stasiun Bekasi Timur untuk pengaturan perjalanan. Dalam kondisi itu, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sempurna dan menghantam rangkaian PLB 5568 yang sedang berhenti. ***












