Singgung Kisah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Ingatkan Istana Jaga Marwah dan Kepercayaan Publik

tokoh reformasi Amien Rais partai ummat

MAKLUMAT — Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menyampaikan kritik tajam terhadap dinamika di lingkaran dalam Istana Kepresidenan. Melalui unggahan video berdurasi delapan menit pada Kamis (30/4/2026), Amien menekankan pentingnya menjaga marwah institusi kepresidenan dari isu-isu moral yang dapat menggerus kepercayaan publik (political trust).

Dalam video bertajuk “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” tersebut, Amien menyoroti kedekatan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menurut Amien, hubungan tersebut telah melampaui batas profesionalitas kerja dan memicu spekulasi negatif di tengah masyarakat.

Landasan Etika Bernegara

Amien membuka pernyataannya dengan mengutip aspek teologis dan filosofis mengenai moralitas sebagai fondasi negara. Ia menekankan prinsip there is no law without morality (tidak ada hukum tanpa moralitas).

“Moral itu adalah fondasi yang sangat kokoh bagi sebuah negara. Kalau fondasinya compang-camping dan goyah, bangunan di atasnya akan runtuh,” ujar Amien. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap isu moralitas di level pimpinan nasional dapat berdampak pada legitimasi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

Soroti Kedekatan dengan Seskab

Secara spesifik, Amien menyinggung opini yang berkembang di masyarakat terkait kedekatan Presiden dengan Teddy Indra Wijaya. Ia menilai kedekatan tersebut telah mengabaikan peran tokoh-tokoh senior yang selama ini menjadi pilar perjuangan Presiden, seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Sjafrie Sjamsoeddin. Bahkan dalam pidatonya, Amien Rais juga menyinggung kaum Nabi Luth AS, yang dikenal sebagai  penduduk negeri Sodom yang dikenal dalam sejarah agama karena perilaku menyimpang mereka.

Nabi Luth AS, yang merupakan keponakan Nabi Ibrahim AS, diutus untuk membimbing mereka kembali ke jalan yang benar setelah mereka melakukan kemaksiatan yang belum pernah ada sebelumnya.

Kritik tersebut juga merujuk pada tulisan pengamat M. Rizal Fadilah yang menyarankan langkah tegas untuk menghindari fitnah di lingkungan eksekutif. Amien bahkan secara lugas meminta Presiden melakukan evaluasi jabatan terhadap Sekretaris Kabinet guna menjaga stabilitas politik.

“Saya usulkan agar Pak Prabowo secara ksatria dan tegas melepaskan diri dari (kedekatan) yang berbahaya itu. Ganti dengan sosok yang fokus bekerja untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Risiko Kehilangan Kepercayaan

Lebih lanjut, tokoh reformasi ini mengkhawatirkan jika isu ini tidak segera diklarifikasi atau diselesaikan secara manajerial, pemerintah akan menghadapi risiko kehilangan dukungan rakyat sebelum masa jabatan berakhir. Meski berharap kekhawatirannya tidak terjadi, Amien memandang teguran ini sebagai upaya menjaga agar jalannya pemerintahan tetap berada pada koridor adab dan etika yang dianut bangsa.

“Jangan sampai Pak Prabowo kehilangan political trust. Jika kepercayaan hilang, maka legitimasi akan menyusul, dan pemerintahan bisa mangkrak sebelum waktunya,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Istana Kepresidenan maupun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan dan saran yang disampaikan oleh Amien Rais melalui Youtube tersebut.***