Kaderisasi Jadi Kunci Muhammadiyah Bertahan Lebih dari Satu Abad

MPKSDI PDM Jember

MAKLUMAT — Kaderisasi menjadi salah satu kunci di balik keberlangsungan gerakan Muhammadiyah. Begitulah pesan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, Dr Dimyati dalam agenda bertajuk Pelatihan Instruktur.

Agenda yang berlangsung di Hotel Rembangan Jember pada Sabtu–Minggu, 23–24 Mei 2026 ini adalah salah satu program unggulan dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Jember.

Dimyati pun mengapresiasi berlangsungnya Pelatihan Instruktur ini sebagai langkah strategis Muhammadiyah Jember dalam memperkuat sistem kaderisasi di tingkat cabang dan ranting. Terlebih, kini Muhammadiyah terus menghadapi berbagai dinamika kebangsaan yang terus berkembang.

“Kualitas organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kader yang memiliki kemampuan ideologis, intelektual, dan organisatoris,” ujarnya di hadapan para peserta kegiatan yang berasal dari perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Jember.

Kepada 47 peserta yang hadir, ia juga menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh gerakan Muhammadiyah. Kaderisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah yang usianya sudah lebih dari satu abad ini.

“Seorang kader Muhammadiyah harus memiliki kemampuan literasi yang baik, baik dalam membaca naskah maupun memahami realitas sosial yang terjadi di masyarakat,” pesannya.

Baca Juga  Kaderisasi Muhammadiyah Harus Relevan dan Kekinian, Sulthon Amien: “Kalau Sesuai Kebutuhan, Anak Muda Pasti Datang”

Muhammadiyah Jember Dorong Pemerataan Kaderisasi

Ketua MPKSDI PDM Jember, Prof Muhtar menjelaskan bahwa pelatihan kali ini mengambil tema Instruktur Tangguh, Kader Unggul, Muhammadiyah Maju. Tema ini menjadi spirit bagi penguatan kompetensi dan kapasitas instruktur yang aktif dan adaptif.

“Masih terdapat perbedaan kualitas kaderisasi antarwilayah, sehingga diperlukan penguatan kompetensi dan kapasitas instruktur secara menyeluruh. Penguatan instruktur di lingkungan Muhammadiyah Jember menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, MPKSDI PDM Jember ingin mencetak instruktur yang mampu menggerakkan pembinaan kader di masing-masing cabang Muhammadiyah. Ke depannya, diharapkan peran aktor penggerak kaderisasi dapat lebih merata dan berkesinambungan.

Pelatihan ini juga berlangsung secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, hingga praktik langsung. “MPKSDI PDM Jember berharap kegiatan ini mampu memperkuat keberadaan instruktur kaderisasi aktif di setiap PCM dan ranting Muhammadiyah di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Pada kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari Standar Perkaderan Muhammadiyah (SPM), konsep dasar perkaderan, manajemen organisasi, metode pembelajaran kaderisasi, hingga praktik microteaching.

Salah satu pemateri utama adalah Dr Agus Machfud Fauzi dari MPKSDI Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim. Kepada para peserta, Agus menekankan pentingnya kaderisasi yang sistematis dan berkelanjutan sesuai kebutuhan generasi masa kini.

Baca Juga  Program Bina Desa 3T LKSA Nurul Husna Jember: Intervensi Sosial di Desa Bedean