Kenaikan Avtur Picu Inflasi Bulanan 0,28 Persen di Jawa Timur

inflasi bulanan

MAKLUMAT – Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,28 secara bulanan atau month to month (m-t-m) pada Mei 2026. Inflasi sama dengan capaian nasional pada inflasi bulanan Mei 2026 lalu.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur menyatakan pemicu inflasi m-t-mt pada Mei 2026 tak lepas dari kelompok transportasi dengan komoditas utama angkutan udara.

“Naiknya harga avtur dan BBM non-subsidi menyebabkan angkutan udara di dalam negeri dan angkutan barang mengalami kenaikan,” ujar Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, Selasa (2/6/2026).

Kelompok transportasi menyebabkan inflasi 0,88 persen dan memberi kontribusi sebesar 0,11 persen, sekaligus menjadikan inflasi tertinggi m-t-m Mei 2026.

Harga Plastik dan Kelangkaan Minyak Goreng

Kelangkaan minyak goreng sepanjang Mei 2026 turut menyebabkan inflasi 3,96 dengan andil 0,05 persen. Selain itu, bawang merah, cabai rawit dan cabai merah memicu terjadinya inflasi m-t-m Mei 2026.

“Kelangkaan minyak goreng dan dampak dari harga sawit global juga menyebabkan inflasi bulanan pada Mei 2026,” lanjut Herum.

Melambungnya harga plastik juga memberi dampak pada sejumlah makanan kemasan. Seperti air minum dalam kemasan (AMDK) juga mendorong terjadinya inflasi bulanan Mei 2026.

Baca Juga  Lonjakan Harga Emas Cerminan Keresahan dan Ketidakpastian Global

Penyeimbang Inflasi Bulanan

Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang mampu mengontrol inflasi bulanan Mei 2026. Turunnya harga emas dan perhiasan dan membanjirnya telur ayam raas, daging ayam raas mampu menyeimbangkan indeks harga konsumen (IHK) Mei 2026.

Secara keseluruhan, inflasi tahun kalender atau year to date di Jawa Timur sebesar 1,43 persen. Sedangkan unflasi tahunan atau year to year (y-t-y) 3,49 persen. Angka ini sedikit di atas capaian nasional yang mencapai 3,08 persen.

Surabaya menjadi kota-kabupaten di Jawa Timur dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi, 0,37 persen dan Kota Probolinggo dengan inflasi terendah, 0,03 persen.