Kembali ke Piala Dunia Usai Penantian Panjang 24 Tahun, Turki Siap Ulang Cerita Sukses 2002?

Pemain dan official Timnas Turki merayakan kemenangan 1-0 atas Kosovo di laga play-off Eropa, memastikan mereka kembali mentas di panggung akbar putaran final Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)

MAKLUMAT — Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita-cerita menarik yang belum banyak mendapat sorotan media maupun perhatian publik, termasuk kembalinya Timnas Turki ke panggung akbar sepak bola dunia itu usai penantian panjang 24 tahun—partisipasi terakhir di Piala Dunia 2002.

Di tengah dominasi pembahasan tentang tim-tim unggulan seperti Argentina, Brasil, Prancis, Spanyol, Portugal, atau Inggris, menarik untuk melihat lagi bagaimana perjalanan dan perjuangan panjang Turki hingga kembali mentas di ajang empat tahunan tersebut. Termasuk bagaimana kiprah mereka yang sempat mengguncang dunia ketika mampu menjadi juara ketiga.

Bagi generasi penggemar sepak bola awal 2000-an, Turki bukanlah nama asing. Pada Piala Dunia 2002 yang dihelat di Korea Selatan dan Jepang, Turki yang kala itu diperkuat Hakan Sukur, Hasan Sas, Rustu Recber, dan sebagainya, mampu tampil impresif dan menghadirkan kejutan terbesar. Di bawah asuhan Şenol Güneş, skuad Bintang Bulan Sabit berhasil melangkah hingga semifinal dan akhirnya memungkasi turnamen sebagai peringkat ketiga dunia. Prestasi itu menjadi pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola Turki yang kemudian menempatkannya sejajar dengan kekuatan-kekuatan besar sepak bola dunia.

Setelah euforia mengejutkan di Piala Dunia 2002, tidak banyak yang menyangka bahwa Turki justru akan menghilang begitu lama dari panggung tertinggi sepak bola dunia. Mereka beberapa kali nyaris lolos ke putaran final, tetapi akhirnya selalu kandas pada fase kualifikasi atau babak play-off. Generasi emas era 2002 perlahan pensiun, sementara regenerasi yang berjalan tidak selalu mulus. Talenta-talenta muda bermunculan, tetapi masih belum cukup untuk mampu membawa Turki kembali mentas.

Kini, setelah lebih dari dua dekade menunggu, Turki kembali hadir di Piala Dunia dengan wajah baru, usai perjuangan dramatis yang cukup “berdarah-darah”. Di babak kualifikasi mereka kalah telak atas Spanyol 6-0, sehingga harus puas sebagai runner-up grup dan tidak bisa langsung lolos ke Piala Dunia 2026, tetapi harus mengikuti fase play-off melawan Rumania dan Kosovo. Perjuangan Hakan Calhanoglu dkk akhirnya membuahkan hasil, di mana mereka berhasil menang tipis 1-0 melawan Rumania pada semifinal play-off dan bersusah payah unggul tipis atas Kosovo di final play-off, memastikan Turki kembali ke putaran final Piala Dunia.

Baca Juga  32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang, Argentina Dihadang Tanjung Verde, dan Potensi Laga Panas Lain

Pertanyaannya kemudian bukan lagi apakah mereka pantas berada di Piala Dunia 2026, melainkan seberapa jauh mereka mampu melangkah dan apakah sejarah indah pencapaian tahun 2002 dapat terulang?

Generasi Baru yang Menjanjikan

Salah satu alasan mengapa Turki layak diperhitungkan adalah kualitas generasi mudanya. Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Turki mulai menunjukkan hasil dari investasi pembinaan pemain usia muda dan peningkatan kualitas kompetisi domestik.

Pada Piala Dunia 2026 nanti, komposisi pemain Turki juga tak bisa dianggap enteng. Legenda Timnas Italia Vincenzo Montella yang menjadi pelatih Turki, mengombinasikan materi pemain-pemain muda penuh talenta dengan pemain-pemain di usia puncak performa mereka, serta para senior sarat pengalaman yang bermain di klub-klub top Eropa.

Beberapa sosok darah muda yang cukup mencuri perhatian misalnya Arda Guler yang bermain di Real Madrid dan Kenan Yildiz yang menjadi motor di klub raksasa Italia, Juventus. Sementara sosok-sosok seperti Merih Demiral (Al-Ahli) yang pernah bermain untuk Juventus dan Atalanta, Caglar Soyuncu (Fenerbahce) yang pernah merumput di Liga Inggris dan LaLiga Spanyol, hingga Hakan Calhanoglu yang membela Inter Milan, diharapkan mampu menjadi mentor dan membawa optimisme dengan pengalaman bermainnya.

Arda Guler merupakan seorang gelandang serang muda yang dikenal memiliki visi bermain, teknik tinggi, dan kreativitas luar biasa yang digadang-gadang bakal menjadi wajah baru sepak bola Turki. Banyak pengamat menyebutnya sebagai talenta terbaik yang dimiliki negara itu sejak era Hakan Sukur dkk pada 2002.

Sementara Kenan Yıldız merupakan anak muda yang tengah naik daun berkat performa impresif di Juventus, dan kini tengah dilirik banyak klub top Eropa meski telah komitmen untuk bertahan di Turin hingga 2030. Di lini tengah terdapat Orkun Kokcu dan Ismail Yuksek yang memberikan keseimbangan antara kreativitas dan kerja keras. Juga ada Hakan Calhanoglu yang menjadi kapten sekaligus figur sentral di tengah lapangan maupun di ruang ganti.

Baca Juga  Masa Depan Cerah Timnas Futsal Indonesia: Dulu Jadi Lumbung Gol, Kini Paksa 'Raja Asia' Iran Sampai Adu Penalti

Kombinasi antara pemain muda berbakat dan pemain senior berpengalaman menjadikan skuad Turki saat ini memiliki karakter yang menarik. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan semangat juang dan dukungan fanatik suporter, tetapi juga memiliki kualitas teknis yang mampu bersaing dengan tim-tim besar.

Peluang Mengulang 2002?

Meski begitu, tentu sangat tidak realistis jika langsung menempatkan Turki sebagai kandidat juara dunia, kendati sepak bola bukanlah hitung-hitungan matematika di atas kertas. Piala Dunia 2026 justru diprediksi jauh lebih ketat dibandingkan dua dekade lalu, sebab pemberlakuan format baru serta partisipasi lebih banyak negara dengan kekuatan yang sangat variatif. Namun, bukan berarti peluang menciptakan kejutan tidak ada.

Sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa hampir setiap edisi selalu menghadirkan tim kuda hitam yang melampaui ekspektasi. Kroasia yang tak diunggulkan mampu mencapai final pada 2018; Maroko mampu menyingkirkan Spanyol dan Portugal hingga menembus semifinal pada 2022; Senegal yang mengalahkan Prancis dan mencapai 8 besar pada 2002; Ghana yang spartan dan berhasil mencapai 8 besar edisi 2010; Jepang lolos 16 besar sebagai Juara Grup usai menundukkan raksasa Spanyol dan Jerman di 2022; hingga kisah heroik Turki sendiri yang pernah mengejutkan dunia dengan menembus semifinal dan menjadi juara ketiga pada edisi 2002.

Faktor yang membuat Turki berbahaya adalah status mereka yang tidak terlalu dibebani ekspektasi tinggi. Anak asuh Vincenzo Montella juga tidak banyak diperhitungkan dan sudah lama absen di Piala Dunia. Sebagian besar perhatian pecinta sepak bola tertuju kepada kekuatan-kekuatan utama seperti Brasil, Argentina, Spanyol, Prancis, atau Inggris, sehingga Turki diharapkan dapat bermain lebih lepas tanpa beban.

Jika mampu lolos dari fase grup dengan kepercayaan diri yang tinggi, bukan tidak mungkin mereka kembali menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.

Selain itu, pengalaman tampil kompetitif di Euro dalam beberapa tahun terakhir memberikan fondasi penting. Generasi sekarang tidak datang ke Piala Dunia sebagai tim yang belum teruji. Mereka telah menghadapi berbagai lawan kuat Eropa dan belajar dari pengalaman tersebut.

Baca Juga  Reformasi FIFA: Pertarungan Integritas Melawan Industri Taruhan

Hakan Calhanoglu dkk pada Piala Dunia 2026 berada di Grup D bersama tuan rumah Amerika Serikat (AS), Australia, dan Paraguay. Kualitas dan kedalaman materi skuad tiap-tiap negara di grup ini cukup seimbang. Dengan materi pemain yang bertebaran di klub-klub papan atas Eropa serta liga yang kompetitif, Turki banyak diprediksi akan melenggang mulus lolos ke fase knock-out 32 besar.

Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang perebutan trofi. Bagi Turki, turnamen ini adalah kesempatan untuk menutup penantian panjang sekaligus membuka lembaran baru sejarah sepak bola mereka. Generasi Arda Guler dan kawan-kawan memiliki peluang untuk menghidupkan kembali kebanggaan yang pernah dirasakan bangsa Turki pada 2002.

Apakah mereka akan kembali menembus semifinal? Tidak ada yang bisa memastikan. Namun satu hal yang pasti, Turki datang ke Piala Dunia bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi. Mereka membawa ambisi, generasi muda yang menjanjikan, dan harapan jutaan pendukung yang telah menunggu selama hampir seperempat abad.

Skuad Turki Piala Dunia 2026

Pelatih Vincenzo Montella resmi merilis 26 pemain Timnas Turki untuk mengarungi putaran final Piala Dunia 2026 dan menandai comeback mereka ke panggung tertinggi sepak bola global setelah absen selama 24 tahun.

Penjaga Gawang:

  • Altay Bayindir (Manchester United/Inggris)
  • Mert Günok (Fenerbahce/Turki)
  • Uğurcan Çakır (Galatasaray/Turki)

Belakang:

  • Abdülkerim Bardakcı (Galatasaray/Turki)
  • Çağlar Söyüncü (Fenerbahce/Turki)
  • Eren Elmalı (Galatasaray/Turki)
  • Ferdi Kadıoğlu (Brighton & Hove Albion/Inggris)
  • Merih Demiral (Al-Ahli/Arab Saudi)
  • Mert Müldür (Fenerbahce/Aturki)
  • Ozan Kabak (Hoffenheim/Jerman)
  • Samet Akaydın (Çaykur Rizespor/Turki)
  • Zeki Çelik (AS Roma/Italia)

Tengah:

  • Hakan Çalhanoğlu (Inter Milan/Italia)
  • İsmail Yüksek (Fenerbahce/Turki)
  • Kaan Ayhan (Galatasaray/Turki)
  • Orkun Kökçü (Benfica/Portugal)
  • Salih Özcan (Borussia Dortmund/Jerman)

Depan:

  • Arda Güler (Real Madrid/Spanyol)
  • Barış Alper Yılmaz (Galatasaray/Turki)
  • Can Uzun (Eintracht Frankfurt/Jerman)
  • Deniz Gül (FC Porto/Portugal)
  • İrfan Can Kahveci (Fenerbahce/Turki)
  • Kenan Yıldız (Juventus/Italia)
  • Muhammed Kerem Aktürkoğlu (Fenerbahce/Turki)
  • Oğuz Aydın (Fenerbahce/Turki)
  • Yunus Akgün (Galatasaray/Turki)

Pelatih: Vincenzo Montella (Italia)