Antisipasi Jemaah Haji Lansia Kelelahan Hebat pada Fase Pemulangan ke Tanah Air, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam

Jemaah haji lansia

MAKLUMAT – Kondisi kesehatan jemaah haji lansia terpantau mengalami penurunan pasca-menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Untuk mengantisipasi hal itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memaksimalkan operasional Klinik Satelit Sektor 2 Madinah yang berada di Hotel Durrat Al Eiman.

Klinik satelit yang memanfaatkan area kamar hotel dengan izin resmi otoritas Arab Saudi itu disiagakan selama 24 jam. Tujuannya untuk memberikan layanan kesehatan cepat bagi jemaah, terutama kelompok risiko tinggi dan lanjut usia (lansia). Seperti diberitakan Kemenhaj, jemaah haji gelombang kedua dari Makkah bergerak menuju Madinah sejak Ahad (7/6/2026).

Fase ini menjadi tahapan akhir pelayanan jemaah di Arab Saudi sebelum kembali ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Belum genap sepekan, klinik satelit di Madinah ini telah menangani sedikitnya 21 pasien rawat jalan. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring kedatangan kloter baru dari Makkah menuju Madinah.

Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr. Fitri Indah Yanti, Sp.P, mengatakan mayoritas jemaah mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk pilek, nyeri tenggorokan, hingga kelelahan ekstrem usai menjalani rangkaian ibadah Armuzna.

Baca Juga  Jemaah Haji Mulai Bergeser dari Madinah ke Makkah, PPIH Siapkan 205 Hotel dan Lokasi Terjauh 4,5 Kilometer

“Banyak jemaah yang mengalami kelelahan hebat setelah menjalani aktivitas berat di Armuzna, yang berdampak pada turunnya nafsu makan. Saat ini, kami fokus menyiapkan penanganan cepat berupa obat flu, batuk, antibiotik, vitamin, hingga pemberian infus bagi yang membutuhkan,” ujar dr. Fitri di Madinah, dikutip dari laman Kemenhaj, Kamis (11/6/2026).

Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal sepanjang hari, PPIH menerapkan sistem kerja tiga shift bagi dokter dan perawat secara bergantian. Langkah tersebut dilakukan agar pengawasan kondisi jemaah tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan di kloter masing-masing.

Selain itu, pasokan obat-obatan juga terus diperkuat melalui koordinasi intensif dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Keberadaan klinik satelit ini terbukti penting dalam menangani kondisi darurat kesehatan yang dialami jemaah di hotel. Salah satu kasus yang berhasil ditangani adalah Muhammad Zair (78), jemaah lansia asal Mojokerto, Jawa Timur.

Mbah Zair sempat pingsan, kejang, dan menolak makan akibat kelelahan berat setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram. Berkat penanganan intensif serta pendekatan persuasif dari tim medis, kondisinya kini berangsur pulih dan sudah kembali mampu melaksanakan ibadah ziarah ke Masjid Nabawi dengan berjalan kaki.

Baca Juga  Sistem Syarikah Jamin Profesionalitas dan Kualitas Layanan Haji

PPIH Arab Saudi kembali mengimbau seluruh jemaah, terutama lansia, agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mulai merasakan gejala sakit. Pemantauan dini melalui klinik satelit dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi kesehatan jemaah memburuk sekaligus meminimalkan rujukan ke rumah sakit di Arab Saudi.***