Jamaah Umrah Tetap Khusyuk di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran

MAKLUMAT — Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran masih bergejolak. Konfilk yang dimulai pada akhir Februari 2026 itu menimbulkan ketegangan di wilayah Timur Tengah dan menarik perhatian dunia, termasuk para calon jamaah umrah.

Kendati demikian, kondisi Mekkah dan Madinah dinilai masih normal. Hal itu diungkapkan oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Dr Mukayat Al Amin yang saat ini sedang menunaikan ibadah umrah.

“Kondisi Mekkah dan Madinah normal meskipun ada konflik di Timur Tengah. Ibadah umrah berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun seperti biasanya,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Jumat (13/3/2026).

Meski kota suci tetap kondusif, Mukayat mencatat adanya pengaruh konflik terhadap jumlah jamaah. Beberapa maskapai internasional, terutama yang berbasis di Timur Tengah, membatalkan penerbangan sehingga jumlah jamaah umrah mengalami penurunan.

“Ada dampak langsung salah satunya jamaah umrah agak menurun karena ada pembatalan penerbangan oleh berbagai maskapai internasional terutama yang berbasis di Timur Tengah seperti Qatar Airways, Emirates, dan lainnya,” ujarnya.

Kendati demikian, para jamaah tetap bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Mukayat menjelaskan bahwa aktivitas di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi berjalan normal.

Baca Juga  Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Naik 7% Lebih

“Meskipun menurun dari pada biasanya, tetap saja jamaah umrah membludak. Masjidil Haram sesak penuh dengan lautan jamaah dari berbagai penjuru dunia,” imbuhnya.

Pedagang dan pengelola fasilitas ibadah melaporkan tidak ada gangguan berarti, dan jamaah dari berbagai negara tetap hadir untuk menunaikan ibadah. Di tengah situasi itu, keamanan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas pemerintah setempat.

Informasi terkait konflik dipantau secara intens oleh para pengelola dan petugas keamanan. Hal ini membuat jamaah bisa tetap fokus menjalankan ibadah tanpa rasa khawatir. Mukayat menekankan bahwa pelaksanaan umrah belum terganggu secara signifikan oleh situasi geopolitik.

“Alhamdulillah umrah berjalan seperti biasanya khusyuk dan sama sekali tidak ada kekhawatiran atas dampak dari konflik tersebut,” tandasnya.