Viral Warga Usir Petugas Sensus BPS, Ade Indah Hutasoit Soroti Ketepatan Bantuan Pemerintah

sensus bps

MAKLUMAT — Di media sosial, ramai unggahan yang memperlihatkan petugas sensus BPS (Badan Pusat Statistik) diusir oleh warga. Banyak juga unggahan yang menunjukkan ketidaksukaan masyarakat terhadap pelaksanaan sensus tersebut.

Salah satu konten kreator pendidikan dan isu sosial, Ade Indah Hutasoit, turut menanggapi hal ini. Dalam unggahannya, Ade mengomentari sebuah video yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan seorang ibu mengusir petugas sensus BPS sambil berteriak mengenai ketimpangan penyaluran bantuan pemerintah. Masih banyak video serupa yang diunggah di berbagai platform media sosial.

“Paham banget sebenarnya kenapa ibu itu marah. Apalagi banyak masyarakat miskin yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah,” ujar Ade, melansir akun Instagram pribadinya @ade71hsoit pada Rabu (24/6/2026).

Dalam kontennya, Ade mengakui kekecewaan warga yang merasa bantuan dari pemerintah tidak merata. Namun, ia mengatakan bahwa petugas sensus BPS yang datang ke rumah warga itu bukan perwakilan dari pemerintah yang berwenang soal bantuan.

Menurutnya, petugas sensus BPS hanyalah bertugas mengumpulkan data masyarakat. “Kalaupun kamu kecewa sama pemerintah, jangan diluapkan sama mereka,” pesan Ade.

Ade mengajak masyarakat untuk tetap kooperatif saat didatangi tim sensus BPS. Ia menegaskan bahwa kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah semestinya tidak dilampiaskan kepada petugas lapangan yang tidak memiliki kuasa atas distribusi bantuan.

Baca Juga  Beredar Hoaks Sensus Ekonomi 2026 untuk Pajak, Begini Penjelasan Pakar Umsida

“Bayangin aja kalau itu (petugas sensus BPS) anak kamu yang seorang mahasiswa, ngambil kerjaan sensus cuma buat nambahin uang kuliah. Jadi buat warga di luar sana kalau ada tim sensus, tolong jawab sebaik-baiknya saja,” jelasnya.

Data sensus BPS ini sendiri menjadi salah satu rujukan utama pemerintah dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan sosial. Oleh karenanya, sikap kooperatif warga saat sensus BPS justru berdampak langsung pada ketepatan sasaran bantuan itu sendiri.

Melansir laman resmi BPS, pendataan sensus ekonomi ini dilaksanakan dari 15 Juni lalu sampai 31 Agustus 2026 secara serempak di seluruh Indonesia. Petugas sensus BPS akan langsung mengumpulkan data dasar terkait usaha dan keadaan sosial ekonomi rumah tangga.

 

*) Penulis: Lail Zahwa Efrilia Dwi Efendi