Tutup Muhammadiyah Green Movement, Anwar Abbas: Jangan Remehkan Ikhtiar Menjaga Lingkungan, Sekecil Apa Pun

Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas, saat menutup kegiatan Muhammadiyah Green Movement. Ia menekankan supaya masyarakat tidak meremehkan setiap upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan sekecil apa pun itu. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan setiap ikhtiar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, sekecil apa pun upaya yang dilakukan tetap memiliki nilai sebagai bentuk tanggung jawab kepada generasi mendatang sekaligus bagian dari pengamalan ajaran agama.

Pesan tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Buya Anwar itu saat menutup Muhammadiyah Green Movement Pelatihan Kader Lingkungan dan Sosialisasi Haji Ramah Lingkungan yang diselenggarakan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan MLH PWM Lampung dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Bandar Lampung, Ahad (5/7/2026).

Buya Anwar mengibaratkan gerakan pelestarian lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah dengan kisah burung pipit dalam peristiwa Nabi Ibrahim AS saat dibakar Raja Namrud.

“Apa yang dilakukan MLH Muhammadiyah mungkin dianggap kecil, bahkan barangkali ada yang menganggap tidak berguna. Tetapi kita melakukan ini karena kita peduli terhadap masa depan anak cucu kita dan kita peduli terhadap masa depan bumi ini,” ujarnya.

Ia kemudian menceritakan kisah burung pipit yang membawa setetes air untuk membantu memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. Meski upaya itu dinilai sia-sia oleh binatang lain, burung pipit tetap melakukannya sebagai bentuk keberpihakan kepada kebenaran.

Baca Juga  Harapan Para Menteri terhadap Peran dan Kontribusi Muhammadiyah

“Burung pipit itu sadar air yang dibawanya tidak akan mampu memadamkan api. Tetapi ia ingin menunjukkan bahwa dirinya berpihak kepada kebenaran dan ingin memperoleh nilai kebaikan di hadapan Allah,” kisahnya.

Menurut Buya Anwar, filosofi tersebut relevan dengan berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan saat ini. Meskipun dampaknya belum tentu langsung terlihat, setiap tindakan untuk menjaga alam memiliki makna moral dan spiritual.

Ia menegaskan bahwa Allah SWT telah menciptakan bumi dalam keadaan seimbang. Karena itu, berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari perilaku manusia yang mengabaikan keseimbangan tersebut.

“Allah telah menciptakan bumi ini dengan keseimbangan. Kalau tidak diusik oleh manusia, tidak akan ada masalah. Tetapi karena keseimbangan itu diusik, maka terjadilah berbagai bencana,” tandas sosok yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Lebih lanjut, Buya Anwar juga menyinggung sejumlah bencana banjir bandang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh sebagai pengingat bahwa kerusakan lingkungan memiliki kaitan erat dengan tindakan manusia.

Sebab itu, ia mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

Baca Juga  Imam Besar Masjid Nabawi ke Indonesia, Berikut Sejumlah Agenda Kunjungannya

“Tindakan dan perilaku kita harus dituntun oleh agama, oleh nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Jangan sampai kita menjalani kehidupan ini tanpa memperhatikan nilai-nilai tersebut. Dengan itulah kita dapat mengantarkan bumi kembali kepada keseimbangannya,” sorotnya.

Anwar juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam memandang alam semesta. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 190, bahwa “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.”

Menurut Buya Anwar, ayat tersebut mengajarkan bahwa alam semesta diciptakan dengan keteraturan dan keseimbangan sehingga manusia berkewajiban menjaga, bukan merusaknya.

Sebagai informasi, Pelatihan Kader Lingkungan dan Sosialisasi Haji Ramah Lingkungan merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan tersebut, Muhammadiyah mendorong lahirnya kader-kader yang berperan aktif dalam pelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan praktik ibadah yang lebih ramah terhadap lingkungan.