Bupati Ngawi Larang Anak di Bawah 17 Tahun Naik Motor, Siapkan Regulasi Tekan Kecelakaan Pelajar

Bupati Ngawi larang anak di bawah 17 tahun naik motor.

MAKLUMAT – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono berencana menerbitkan regulasi yang melarang anak berusia di bawah 17 tahun mengendarai sepeda motor. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, bahkan dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan korban jiwa.

Menurut Ony, kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Ngawi yang semakin baik seharusnya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Namun, sebagian pengendara justru memanfaatkannya untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Kami prihatin. Ketika jalan sudah semakin mulus, tidak digunakan dengan baik, tetapi malah dipakai kebut-kebutan di jalan,” kata Ony seperti dilansir laman PDIP Jatim, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai, pembangunan jalan seharusnya menjadi sarana meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan justru memicu meningkatnya angka kecelakaan.

“Tetapi kemudian menjadi nelangsa ketika justru banyak kasus kecelakaan,” ujarnya.

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi

Untuk menekan angka kecelakaan, Pemerintah Kabupaten Ngawi akan menyusun aturan yang melarang anak di bawah usia 17 tahun mengendarai sepeda motor.

Ony menegaskan tidak boleh ada toleransi bagi anak yang belum memenuhi syarat usia untuk berkendara di jalan raya.

“Nantinya kami akan membuat regulasi. Tidak ada alasan apa pun bagi anak-anak yang usianya kurang dari 17 tahun membawa sepeda motor,” tegasnya.

Baca Juga  Ony-Anthok Jalani Tes Kesehatan sebagai Syarat Pilbup Ngawi 2024

Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan kecelakaan lalu lintas yang belakangan didominasi pelajar.

Orang Tua Diminta Lebih Tegas

Selain menyiapkan regulasi, Ony meminta para orang tua tidak memberikan izin kepada anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Ia menilai peran keluarga sangat menentukan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas dan melindungi keselamatan anak.

“Kita harus tegas sebagai orang tua. Anak yang belum dewasa belum bisa berpikir panjang. Yang terpenting adalah keselamatan mereka,” katanya.***