Api Belum Padam, Menhut Raja Juli Antoni Turun Gunung ke Bromo: Water Bombing Terus Dikebut!

Kebakaran Gunung Bromo

MAKLUMAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo sejak Senin (3/8) belum juga padam. Hingga Sabtu (8/8) malam, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang telah melahap kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung meninjau lokasi, Ahad (9/8/2026). Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dia menyampaikan telah membentuk Incident Command (IC) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, M.A, agar penanganan lebih terarah dan terkoordinasi.

 

“Untuk sementara, saya perintahkan TNBTS ditutup total,” tegasnya, agar petugas bisa fokus memadamkan api sekaligus menjamin keselamatan masyarakat sekitar. Pemadaman lewat jalur darat dan water bombing dari udara terus dikebut hingga kondisi benar-benar aman terkendali.

Raja Juli juga menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak all out mengantisipasi karhutla dan potensi dampak El Niño. Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas yang terus bertugas di lapangan dan mengingatkan agar keselamatan tetap jadi prioritas utama.

Baca Juga  Pakar Umsida Soroti Konsesi Hutan 4,82 Juta Hektare: Jangan Abaikan Dampak Lingkungan dan Sosial

Api Masih Membara di Area JLKT dan Pusung Ledok Bedor

Berdasarkan pemutakhiran BNPB hingga Sabtu (8/8) pukul 21.30 WIB, tim gabungan masih bersiaga di area Jalan Lintas Kaldera Tengger (JLKT) untuk menangani api yang mendekati ruas jalan tersebut. Sempat pula muncul titik api baru di jalur Jemplang menuju Watu Gede, wilayah administrasi Kabupaten Malang, namun berhasil dikondisikan tim darat sehingga saat ini sudah tak ada lagi titik api di lokasi itu.

Meski begitu, hot spot masih terpantau mengeluarkan asap di area Pusung Ledok Bedor. Cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang, namun tim tetap waspada mengantisipasi perubahan arah maupun penyebaran api akibat kondisi medan dan angin yang labil.

Kerahkan Dua Helikopter, Libatkan Banyak Unsur

Penanganan dilakukan lewat operasi darat dan udara sekaligus. Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, Polhut, Perhutani, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat melakukan pemadaman menggunakan satu unit truk pemadam, metode manual gepyok, serta sprayer.

Untuk menjangkau area sulit yang tak bisa diakses lewat darat, dua unit helikopter dikerahkan. Satu unit merupakan dukungan Provinsi Jawa Timur melalui Puspenerbal TNI AL berkapasitas angkut air 1.000 liter, sementara satu unit lainnya adalah bantuan BNPB dengan kapasitas serupa, 1.000 liter.

Baca Juga  Dapat Restu Duet dengan Emil, Khofifah Ucapkan Terimakasih ke Golkar

BNPB turut berkoordinasi dengan Danlanud untuk persiapan posko dan operasi udara di Lanud Abdulrachman Saleh. Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan logistik dan personel tambahan guna mempercepat penanganan.

Medan Terjal Jadi Kendala Utama

Kontur lereng Kaldera Bromo yang terjal, ditambah kondisi angin dan lokasi titik api yang berada di kawasan hutan dengan akses sulit, membuat operasi darat tak bisa berjalan optimal. Karena itulah operasi udara menjadi andalan untuk menjangkau area yang sulit dijamah petugas pemadam darat.

Sebagai langkah pengamanan, Balai Besar TNBTS telah menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini mencakup pintu masuk wisata dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Luas Lahan Terbakar Tembus 176 Hektare

Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 176,20 hektare dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Kabar baiknya, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

BNPB bersama seluruh unsur terkait memastikan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan secara terpadu, baik lewat operasi darat maupun udara, demi mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.***

Baca Juga  Survei ARCI: Warga Jatim Puas Kinerja Khofifah-Emil, Bus Trans Jatim Paling Favorit