Khofifah Raih Penghargaan Tertinggi PB PGRI, Capaian Pendidikan Jatim Jadi Sorotan Nasional

MAKLUMAT – Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Dwija Praja Nugraha, atas komitmennya dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. dalam audiensi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, pekan kemarin (8/8/2026).

Penghargaan Dwija Praja Nugraha menjadi bentuk apresiasi PB PGRI terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, sumber daya manusia, serta kesejahteraan guru.

Penghargaan tersebut juga beriringan dengan sejumlah capaian pendidikan Jawa Timur di tingkat nasional, dan menjadi sorotan.

Jawa Timur tercatat menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada periode 2019 hingga 2026.

Capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses pelajar Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Selain pendidikan umum, Jatim juga menorehkan prestasi melalui pendidikan vokasi. Jawa Timur berhasil menjadi Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Baca Juga  Khofifah Tegaskan Jawa Timur Siap Ground Check DTSEN, Pastikan Data Akurat dan Kredibel

Prestasi tersebut memperlihatkan kemampuan siswa pendidikan vokasi Jawa Timur dalam berkompetisi dan menunjukkan keterampilan di tingkat nasional.

Penghargaan Dwija Praja Nugraha menjadi pengakuan atas kebijakan dan komitmen Pemprov Jatim di bidang pendidikan. Namun, penghargaan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang sudah diraih.

Kemajuan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari jumlah siswa yang masuk PTN atau prestasi kompetisi nasional. Pemerataan kualitas sekolah, peningkatan kompetensi guru, akses pendidikan bagi kelompok rentan, serta keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja juga perlu mendapat perhatian.

Karena itu, capaian pendidikan Jatim perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak langsung kepada siswa, guru, dan satuan pendidikan.

Penghargaan dari PB PGRI dapat menjadi momentum bagi Pemprov Jatim untuk memperkuat kolaborasi dengan guru dan seluruh ekosistem pendidikan agar prestasi pendidikan Jawa Timur terus berkelanjutan.

Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan yang diberikan PB PGRI sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh atau pihak yang dinilai memiliki kontribusi dalam dunia pendidikan.Penghargaan yang diterima Khofifah mempertegas posisi pendidikan sebagai salah satu sektor strategis dalam pembangunan Jawa Timur.

Capaian penerimaan siswa Jatim di PTN dan prestasi LKS Nasional menjadi modal penting. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan tersebut semakin merata dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga  Hadiri Simposium Immawati Nasional, Gubernur Khofifah: Wadah Menyiapkan Pemimpin Perempuan

Senator Lia Istifhama Apresiasi Penghargaan Tertinggi PB PGRI untuk Khofifah

Anggota DPD RI Dr Lia Istifhama mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meraih Dwija Praja Nugraha, penghargaan tertinggi dari PB PGRI. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sumber daya manusia, serta kesejahteraan guru.

“Saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Ibu Khofifah atas penghargaan Dwija Praja Nugraha,” kata Lia, Rabu (12/8/2026).

Menurut Lia, penghargaan tersebut tidak semata-mata mencerminkan capaian pribadi Khofifah. Penghargaan itu juga menjadi apresiasi terhadap kerja bersama seluruh ekosistem pendidikan di Jawa Timur.

Guru, siswa, kepala sekolah, orang tua, tenaga kependidikan, Dinas Pendidikan, hingga berbagai pemangku kepentingan turut berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di provinsi tersebut.