65,5 Ton Bantuan Jatim Meluncur ke NTT, Khofifah Kerahkan Dokter Spesialis

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

MAKLUMAT — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mengirim 65,5 ton bantuan logistik untuk korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak hanya itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menerjunkan dokter spesialis dan tim trauma healing untuk membantu warga terdampak.

Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas Pemprov Jatim dan masyarakat Jawa Timur bagi warga Flores yang menghadapi dampak gempa.

“Kami bergegas mengambil bagian untuk membantu. Bantuan seberat 65,5 ton itu diangkut menggunakan Kapal Dharma Rucitra VII. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Labuan Bajo sejak Sabtu 22 Agustus kemarin,” kata Khofifah dikutip, Senin (24/8/2026).

Setelah tiba, lanjut Khofifah, bantuan diserahkan kepada jajaran penanganan bencana untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak. Pemprov Jatim mengirim berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Logistik tersebut mencakup bahan pangan, kebutuhan perempuan dan balita, obat-obatan hingga perlengkapan sanitasi.

Ia mengungkapkan bantuan disiapkan berdasarkan kebutuhan warga di lokasi bencana. Pendekatan tersebut penting karena kebutuhan korban bencana dapat berubah dengan cepat. Selain makanan dan obat-obatan, warga membutuhkan fasilitas sanitasi serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan.

“Semua jenis bantuan yang kami bawa ditargetkan sesuai kebutuhan riil warga di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga  Jarimata KIP Deklarasi Dukungan pada Khofifah-Emil

Khofifah mengatakan Pemprov Jatim tidak berhenti pada pengiriman logistik. Dokter spesialis dan tim medis ikut diterjunkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa.

“Kehadiran tenaga medis di lokasi bencana diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan kesehatan setelah gempa,” tuturnya.

Pemprov Jatim juga menerjunkan tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikososial kepada warga. Pendampingan ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Gempa tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga dapat meninggalkan trauma, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Bantuan Bencana Tak Cukup Berupa Logistik

Pengiriman 65,5 ton bantuan menunjukkan besarnya dukungan Jatim terhadap penanganan gempa di NTT. Namun, bantuan bencana tidak cukup berhenti pada distribusi bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari.

Pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis juga menjadi kebutuhan penting setelah bencana. Karena itu, penerjunan dokter spesialis dan tim trauma healing menjadi langkah strategis. Pemprov Jatim tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik korban, tetapi juga ikut memperkuat proses pemulihan mereka.

Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh bantuan terdistribusi secara cepat dan tepat sasaran. Bantuan dalam jumlah besar akan memberikan manfaat maksimal jika sampai kepada warga yang paling membutuhkan.

Baca Juga  Sambut Arahan Gubernur, Bupati Subandi: Ketahanan Wilayah Bukan Hanya Soal Keamanan

Dalam situasi bencana, kecepatan pengiriman harus berjalan beriringan dengan ketepatan distribusi dan kesinambungan pendampingan.