MAKLUMAT— Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia menyentil sikap apatis generasi muda terhadap demokrasi. Ia menegaskan pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, karena di tangan merekalah masa depan demokrasi dan kepemimpinan Indonesia ditentukan.
Lia yang juga Anggota MPR RI itu menyampaikan pesan tersebut saat mengajak generasi muda di Sumenep untuk aktif mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kalian calon pemimpin. Sekarang kalian pemuda, kelak kalian adalah pemimpin,” tandas Lia, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, pemuda harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Mereka perlu memiliki pengetahuan, keberanian menyampaikan pendapat, sikap kritis, serta tanggung jawab sosial agar mampu menjadi pemimpin yang berkualitas.
Senator yang baru saja menerima Radar Jember Award 2026 dalam kategori The Inspirational Women Leadership and Community Empowerment itu lalu mengutip ungkapan syubbanul yaum, rijalul ghad yang menegaskan posisi strategis pemuda sebagai calon pemimpin masa depan.
Lia menilai demokrasi tidak cukup dipahami sebagai urusan politik atau sekadar proses memilih pemimpin. Demokrasi juga membutuhkan etika, keteladanan, sikap kritis, dan kemampuan menghormati perbedaan.
“Kalau kita berada dalam unsur pemerintahan, kita harus memberikan uswatun hasanah,” ujarnya.
Ia mendorong generasi muda membangun budaya demokrasi melalui diskusi, keberanian menyampaikan gagasan, serta keterlibatan dalam berbagai persoalan publik. Perbedaan pandangan merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, perbedaan harus dikelola secara dewasa agar tidak berubah menjadi konflik yang merusak persatuan.
Lia menempatkan pemuda sebagai aktor penting dalam menentukan kualitas demokrasi. Ini karena sikap apatis justru dapat membuat ruang publik kehilangan suara kritis generasi muda. Pemuda tidak harus menunggu menjadi pejabat atau masuk ke dalam struktur politik untuk berkontribusi.
Mereka dapat memulai dari lingkungan masing-masing dengan aktif berdiskusi, mengawal persoalan publik, menyampaikan kritik, dan menawarkan gagasan. Di titik ini, demokrasi bukan hanya soal siapa yang dipilih dalam pemilu, tetapi juga bagaimana masyarakat ikut mengawasi dan menentukan arah kehidupan berbangsa.
“Saya berharap generasi muda tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga karakter, etika, keteladanan, dan tanggung jawab kebangsaan. Jadi, jangan apatis terhadap demokrasi. Kalian adalah bagian dari masa depan bangsa,” tegasnya.














